Selasa, 28 Mar 2017
Bisnis

Pilihan Terbang Umrah Bertambah, Jangan Sampai Jamaah Keleleran

Selasa, 29 Nov 2016 18:21

SEMOGA MABRUR: Memegang untaian bunga dari kiri Kolonel Edwin, Kolonel Dadun, Risma, Sigit, dan Zainal menjelang pelepasan jamaah umrah perdana Garuda Indonesia Surabaya-Madinah.

SEMOGA MABRUR: Memegang untaian bunga dari kiri Kolonel Edwin, Kolonel Dadun, Risma, Sigit, dan Zainal menjelang pelepasan jamaah umrah perdana Garuda Indonesia Surabaya-Madinah. (Garuda Indonesia Jawa, Bali, & Nusra Region for JawaPos.com)

JawaPos.com – Pilihan terbang dari Bandara Juanda ke Arab Saudi bertambah. Maskapai nasional Garuda Indonesia meresmikan rute penerbangan baru Surabaya–Madinah mulai Selasa (29/11).

Layanan itu melengkapi pilihan rute Surabaya–Jeddah pergi–pulang (PP) yang semula tiga kali sepekan menjadi dua kali sepekan sejak April 2014. Pembukaan rute anyar dari Kota Pahlawan merupakan langkah Garuda memperkuat dan memperluas jaringan.

''Rute baru ini memberikan tambahan pilihan perjalanan ke wilayah Timur Tengah dan mengoptimalkan potensi pasar umrah,'' ungkap Direktur Cargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono dalam The Surabaya-Medina Flight Inauguration di gate 11-12 Terminal Utara (T1) Juanda pagi itu.

Armada menggunakan Airbus A330-300 kapasitas 360 kursi all economy class plus inflight entertainment. Kedatangan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghangatkan suasana dingin ruang tunggu terminal umrah tersebut.

Sejumlah petinggi turut hadir. Di antaranya, Asisten Pemerintahan Setdaprov Jatim Zainal Muhtadien, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Kolonel Laut (P) Dadun Kohar, dan sejumlah pejabat dari unsur bea cukai, karantina, dan rekanan maskapai.

Terlihat juga Komandan Pangkalan Udara TNI AL Juanda Kolonel Laut (P) Edwin. Hanya, unsur pimpinan dari Angkasa Pura (AP) 1 Juanda selaku pengelola bandara saja yang tidak terlihat sampai penumpang masuk pesawat sekitar pukul 08.00.

Sigit dalam laporannya menjelaskan, penerbangan Surabaya–Madinah PP dilayani sekali seminggu setiap Selasa. Adanya rute baru tersebut diharapkan memberikan kemudahan dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan.

Khususnya tujuan dua kota utama (Mekah dan Madinah) dalam ibadah ke tanah suci Arab Saudi. ''Pilihan ini akan sangat menghemat waktu dan biaya,'' tukas alumnus ITS yang mengaku sebagai adik tingkat Risma di kampus Kenjeran itu.

Risma dalam sambutannya mengapresiasi langkah Garuda. Adanya penerbangan langsung Surabaya-Madinah membuat warga Jawa Timur maupun Indonesia Timur tidak perlu terbang dari Jakarta. ''Semoga warga saya tidak lagi keleleran di Jakarta,'' pesan Risma.

Mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan maupun Bappeko Surabaya itu juga berharap Garuda berani berkompetisi dengan airline lain. Terutama dalam membuka rute-rute anyar untuk melayani wisatawan maupun maupun tenaga kerja.

''Berdasarkan survei kunjungan dari Hongkong ke Surabaya tertinggi kedua setelah Bali. Kalau Surabaya mengungguli Bali nanti bisa kuwalat,'' seloroh Risma disambut aplaus undangan dan perwakilan jamaah umrah yang didominasi dari Semen Indonesia.

Sedangkan Dadun dalam sambutannya berharap instansi terkait pelayanan memberikan service prima ke tamu Allah tersebut. ''Jangan sampai penumpang sakit akibat tidak mendapat pelayanan optimal,'' ungkit Dadun sebagaimana musim-musim haji sebelumnya. (sep)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia