Kamis, 23 Feb 2017
Ekonomi

Berikan Asuransi Pada Nelayan, KKP Gaet Jasindo

Minggu, 27 Nov 2016 19:49

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menggaet PT Asuransi  Jasindo untuk memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan bagi nelayan kecil.  Seluruh premi penjaminan perlindungan nelayan ini akan ditanggung pemerintah.

Direktur Utama  Asuransi Jasindo,  Solihah mengemukakan bahwa program  asuransi  bagi nelayan sangat baik, khususnya dalam memberikan perlindungan bagi nelayan.

“Asuransi Jasindo akan melaksanakan  amanat  negara ini dengan sebaik-baiknya  dan sebagai Badan Usaha Milik Negara  sudah menjadi kewajiban berperan dalam program-program apapun yang dicanangkan oleh pemerintah termasuk perlindungan nelayan,” ujar Solihah dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Minggu (27/11). 

Kementrian Kelautan dan Perikanan   memberikan jaminan asuransi kepada nelayan  skala kecil dan tradisional sebagai bagian dari implementasi amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.

Dengan perlindungan asuransi tersebut, nelayan akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan usahanya.

Kriteria yang harus dipenuhi oleh nelayan tersebut agar dapat memperoleh Bantuan Premi Asuransi Nelayan adalah memiliki Kartu Nelayan, berusia paling tinggi 65 tahun.

Selain itu, nelayan yang diikutsertakan dalam program ini  tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi yang masih berlaku untuk risiko yang sama dan tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang undang-undang. 

Adapun jaminan yang ditanggung yaitu nelayan yang mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan, mengalami cacat tetap maupun meninggal dunia karena kecelakaan pada waktu melakukan penangkapan ikan maupun di luar aktivitas penangkapan ikan.

Besar  santunan yang dapat diterima nelayan apabila kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta. 

Di luar aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp. 160 juta, apabila mengalami cacat tetap sebesar maksimal Rp 100 juta,  dan apabila memerlukan biaya perawatan akibat suatu kecelakaan sebesar Rp 20 juta.

Dari awal pelaksanaan program ini sampai dengan berita ini diturunkan telah ada 7 pengajuan klaim, 6 klaim meninggal dunia serta 1 klaim biaya pengobatan sekaligus santunan cacat tetap.(nas/JPG) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia