Jawa Pos Logo

Produk Pangan Ber-SNI Masih Sangat Minim

JawaPos.com - Persoalan keamanan pangan masih menjadi momok di masyarakat. Padahal, idealnya, produk pangan yang beredar di masyarakat harus memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) produksi dan produk yang ditetapkan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Dari sekitar 68 ribu pelaku usaha pengolahan pangan, baru 700-an yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Artinya, masih ada puluhan ribu yang belum memenuhi standar produksi maupun produk sesuai ketentuan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

”Maka itu, kami bersinergi dengan BPOM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dan makro di bidang kelautan dan perikanan agar sadar produk ber-SNI,” jelas Kepala BSN Bambang Prasetya dalam talkshow; Pentingnya Penerapan Standar Keamanan Pangan dan Regulasi pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pangan, di Jakarta, kemarin (23/11).

Kerja sama tersebut baru dilaksanakan pertengahan tahun ini. Pihaknya baru melakukan pembinaan kepada 22 UKM, lima di antaranya sedang dalam proses mendapatkan SNI.

Diakuinya, terdapat banyak kendala bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan sertifikasi SNI. Pasalnya, sebagian besar pelaku UKM tidak memiliki infrastruktur, saran dan prasarana produksi yang memadai.

”Misalnya, soal kebersihan ruang produksi, dapur, ventilasi, sirkulasi udara. Belum lagi yang terkait proses pembuatan, kebersihan, dan lain sebagainya,” ulas Bambang.


BERITA LAINNYA