Minggu, 22 Jan 2017
Ekonomi

Pemkab Kudus Ajak UKM Go Digital Melalui Semangat Gusjigang

Selasa, 22 Nov 2016 13:59

Pameran UKM oleh Pemkab Kudus

Pameran UKM oleh Pemkab Kudus (Istimewa)

JawaPos.com - Perkembangan teknologi digital turut andil dalam perekonomian di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menjamurnya Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memanfaatkan internet untuk membuka pasar yang lebih luas.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa tengah. Daerah yang mempunyai filosofi Bagus, Ngaji dan Dagang (Gusjigang) itu berharap para pelaku UKM lokal dapat mengembangkan strategi pemasaran, yang semula hanya dilakukan secara konvensional, dapat diperluas lagi dengan memanfaatkn fasilitas internet, sehingga mampu menembus pasar global.

Bupati Kudus Musthofa mengungkapkan, target Indonesia pada tahun 2020 adalah mencetak 1.000 digital technopreneur, 1 juta petani dan nelayan go digital, serta 8 juta UKM go digital.

Saat ini UKM berkontribusi 58 persen terhadap PDB nasional setiap tahun. Kendati demikian, Musthofa menyayangkan bahwa hanya 5 persen yang sudah go digital dari sekitar 56 juta UKM di Indonesia.

“Era digital yang memberikan ruang begitu luas bagi UKM untuk berkembang menuju pasar global, belum secara maksimal dimanfaatkan untuk kepentingan promosi dan pemasaran," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/11).

Karena itu, pihaknya terus menggalakkan para pemain UKM agar Go Digital. Yakni dengan perspektif ekonomi Gusjigang. Filosofi tersebut, menurut Musthofa, bisa diartikan sebagai sebuah ajaran yang mengedepankan semangat kewirausahaan (dagang) dengan tetap menjunjung aspek integritas (bagus), dan religi (ngaji).

"Semangat tersebutlah yang akan disebarkan untuk Indonesia," serunya.

Termasuk bekerja sama dengan beberapa stakeholder dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Indonesia untuk terus mengkampanyekan Go Digital, agar UKM dapat melebarkan pangsa pasar, membuka link baru dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.

"Salah satunya yang saat ini digiatkan oleh kota Kudus, Jawa Tengah, tidak saja melalui pameran tapi juga melalui pemberdayaan UKM agar pelaku UKM lokal siap go digital,” ujar Musthofa. 

Baru-baru ini, lanjut dia, di Kudus juga telah berjalan Kampung Digital. Lokasinya di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. "Desa tersebut mengangkat konsep digital sebagai upaya mengembangkan potensi UKM khusus konveksi dan bordir," terangnya.

Musthofa menambahkan, Kudus tidak hanya terkenal industri rokok atau kretek terbesar di Indonesia, melainkan juga memiliki pabrik perakitan ponsel.

Pergerakan kemajuan UKM mulai dari produk makanan seperti jenang, batik, bordir, gebyok hingga kopi tapak muria pun didukung oleh Pemkab Kudus melalui dinas terkait. Program-program pengembangan hasil usaha tersebut dikenalkan dalam bentuk pameran, pengenalan hasil potensi dalam skala regional ataupun nasional.

Segala kegiatan, kebutuhan yang dibutuhkan tentunya difasilitasi oleh Pemkab Kudus. Program ini diselenggarakan rutin setiap tahun juga bertujuan mengurangi pengangguran di Kota Kudus dan peningkatan minat serta kreatifitas penduduk Kudus," pungkasnya. (fab/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia