
CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli
KOMPETISI di bisnis telekomunikasi begitu sengit. Selain pemain besar, pendatang baru kian agresif mempertajam penetrasi pasar. Indosat Ooredoo termasuk pemain yang bergerak lincah di tengah ketatnya kompetisi. Bagaimana strateginya? Berikut wawacara Jawa Pos dengan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli yang gemar “adu jotos” seminggu sekali itu.
---
Bagaimana proyeksi kinerja industri telekomunikasi tahun ini?
Growth (pertumbuhan) masih sangat bagus. Khusus untuk konsumsi data, tahun ini proyeksi kami bisa naik 100 persen. Operator lain saya kira juga tumbuh double-digit semua (untuk data, Red). Namun, kalau secara total bisnis, growth kami ada di kisaran 7-9 persen. Lumayan, masih lebih tinggi daripada growth ekonomi (yang sekitar 5 persen, Red).
Bagaimana tren konsumsi dan kontribusi data, voice, dan SMS?
Konsumsi data melonjak, voice naik sedikit, dan SMS menurun. Ke depan, konsumsi data terus naik. Voice dan SMS mungkin turun karena banyaknya aplikasi komunikasi seperti WhatsApp. Namun, dari sisi kontribusi revenue, voice dan SMS lebih besar daripada data. Sebab, tarif data semakin murah.
Faktor apa yang berperan signifikan mendongkrak konsumsi data?
Pertama, penambahan handset. Semakin banyak orang punya smartphone, semakin banyak konsumsi data. Kedua, aplikasi. Misalnya, Go-Jek yang digunakan jutaan orang dan game seperti Pokemon Go. Apalagi, sekarang banyak sekali bisnis yang masuk ke ranah digital seperti e-commerce, e-banking, dan masih banyak lagi.
Peta kompetisi dengan Telkomsel dan XL?
Kalau di Jawa, cukup kompetitif. Namun, kalau di luar Jawa, kami akui masih didominasi satu pemain. Untuk wilayah Jawa, kami kuat di Jatim dan Jateng. Di Jabar, kami kuat di beberapa kota. Misalnya, di Sukabumi, kami kuat sekali. Market share kami lebih dari 60 persen.
Apa strategi kunci Indosat untuk tetap kompetitif?
Produk yang simpel. Sejak reborn menjadi Indosat Ooredoo (pada November 2015, Red), produk-produk kami semakin simpel, user-friendly. Misalnya, paket Freedom dan Combo. Tidak ada lagi hitung-hitungan produk yang rumit bagi pelanggan. Karena itu, inovasi menjadi sangat penting.
Seberapa cepat inovasi tersebut bergulir di Indosat?
Dulu, kalau mau merilis produk baru, operator seluler butuh 6-7 bulan. Siklus itu lama sekali. Sebagai gambaran, produk baru Google atau Facebook bisa keluar setiap tiga hari lho. Karena itu, siklus inovasi harus terus disemai agar lebih cepat. Kami tidak takut untuk mencoba (produk baru, Red). Kalaupun gagal dan tidak berkembang, ya harus cepat dimatikan, ganti dengan inovasi lain.
Bagaimana menyemai kultur inovasi di Indosat?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022