Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2016 | 04.02 WIB

Pak Kapolsek Kaget Tiba-Tiba Dikirimi 20 Sak Semen, Setelah Diperiksa Ternyata...

Truk bermuatan bahan bangunan saat berada di Mapolsek Pangkalan Banteng, - Image

Truk bermuatan bahan bangunan saat berada di Mapolsek Pangkalan Banteng,

JawaPos.com - Aksi penipuan kembali terjadi di Pangkalan Banteng. Kali ini penipu mencatut nama Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Sudarsono. Modus penipuannya pun tergolong jitu, karena mampu meyakinkan korbannya.



Informasi yang diperoleh Radar Pangkalan Bun (Jawa Pos Group), penipu memanfaatkan telepon seluler untuk mengelabui korban. Orang yang mengaku sebagai kapolsek ini menghubungi pemilik toko bangunan yang cukup terkenal di Pangkalan Banteng.



Korban yang enggan namanya disebutkan ini sama sekali tidak curiga. Apalagi pelaku juga seolah-olah sudah pernah berbelanja di toko bangunan itu.



"Orangnya bilang, bahwa dia Kapolsek. Dan dia sudah tahu nama toko saya, jelas saya ini tidak curiga," ujarnya dikutip dari prokal.co (Jawa Pos Group), Minggu (20/11).



Korban menceritakan, pelaku memesan sejumlah bahan bangunan dengan rincian 20 sak semen, atap multyroof, cat, paku, dan kebutuhan bangunan lainnya. Bahan itu untuk membangun garasi mobil.



"Setelah selesai memesan bahan bangunan itu, terakhir dia ngaku pulsanya habis. Minta dibelikan pulsa Rp 400 ribu. Sekalian dimasukkan nota tagihan bahan bangunan," katanya.



Korban yang saat itu belum sadar sedang ditipu, langsung memerintahkan anak buahnya untuk menaikkan semua pesanan ke truk dan sekaligus membeli pulsa.



"Saya ya percaya saja karena langsung minta barang dikirim sekarang. Baru ketahuan saat di kantor Polsek, saat petugas piket kebingungan ketika anak buah saya tiba-tiba datang dan menyerahkan barang beserta nota tagihan," ceritanya.



Rupanya tak hanya pemilik toko bangunan yang menjadi korban penipuan. Rekan kerjanya yang menjadi pemasok pasir juga menjadi korban. Hal itu terjadi lantaran penipu juga memesan pasir, dan oleh korban diarahkan ke temannya itu. 



"Dia juga pesan pasir, tapi saya bilang nggak jualan. Jadi aku kasih nomor teman saya," katanya.



Ternyata bukannya mendapatkan keuntungan dari pesanan pasir, penjual pasir itu juga terkena tipu muslihat. 



"Teman saya ini juga dimintai pulsa Hp Rp 300 ribu, saya juga merasa bersalah karena saya yang menawarkan," keluhnya.



Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Sudarsono ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sangat mencoreng nama baiknya. Pasalnya pencatutan namanya digunakan untuk penipuan.



"Saya juga sempat kaget ketika dapat informasi itu. Dan penipuan ini tidak bisa didiamkan," katanya.



Sudarsono mengimbau kepada seluruh masyarakat Pangkalan Banteng agar lebih waspada adanya penipuan yang menjual nama Kapolsek Pangkalan Banteng. 

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore