Sabtu, 29 Apr 2017
Bisnis

Gaya Hidup Pengaruhi Bisnis Produk Fashion, Realisasi Investasi Naik Jadi Rp 59,9 M

Minggu, 20 Nov 2016 18:33 | editor : admin

Realisasi Investasi PMDN Sektor Tekstil

Realisasi Investasi PMDN Sektor Tekstil (Grafis: Adnan Reza/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ada beberapa bidang usaha penyumbang kenaikan nilai realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) selain konstruksi, industri logam, tekstil, dan kulit.

Khusus industri tekstil, kenaikan investasi sangat dipengaruhi tingginya daya beli masyarakat terhadap dunia fashion.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono menyebutkan, tidak ada peningkatan permintaan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, jumlahnya cukup membuat industri tekstil bergairah.

’’Sebenarnya, tingginya realisasi investasi hanya dipengaruhi produk baju. Saya akui, permintaan pembuatan baju memang tinggi,’’ ungkapnya Sabtu (19/11).

’’Selain baju, permintaan produk lainnya cenderung turun. Antara lain, sarung, handuk, dan sarung tangan,’’ ucapnya. Tri Andhi menjelaskan, bisnis ritel produk fashion memang menggeliat.

Pertumbuhannya dipengaruhi kebutuhan dan gaya hidup. ’’Nah, ini yang jadi penolong teman-teman pengusaha tekstil. Realisasi investasi tak terlepas dari perdagangan busana,’’ terangnya.

Posisi sektor tekstil pun dalam industri di Gresik tergolong cukup besar. Dari 1.310 perusahaan yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS), 10 persennya masuk ke bisnis tekstil.

Perusahaan itu menghasilkan produk sarung, baju, handuk, kaus kaki, dan sarung tangan. Selain pengolahan, banyak yang berperan sebagai distributor. ’’Kalau produknya sih tidak kalah.

Banyak produk yang sudah masuk ke Asia Tenggara dan Asia,’’ tutur Tri Andhi. Dia menjelaskan, ada sekitar empat ribu pekerja di sektor tersebut.

Sementara itu, berdasar data Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Gresik realisasi investasi PMDN tekstil mencapai Rp 59,9 miliar.

Nilai tersebut lebih besar daripada tahun lalu yang hanya mencapai Rp 39,1 miliar. BPMP mencatat, ada satu industri yang dibangun pada tahun ini.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pelayanan Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Gresik Bambang Irianto menuturkan bahwa sebagian besar proyek yang berjalan berada di kawasan industri.

Saat ini kawasan industri masih menjadi primadona investor. Misalnya, kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). ’’Lokasi itu masih dibidik banyak investor. Peminatnya masih banyak,’’ katanya.

Berdasar informasi, saat ini sudah ada lima perusahan yang memulai konstruksi di kawasan bisnis milik Pelindo III dan AKR Land tersebut. Delapan perusahaan sedang melakukan komunikasi.

Pemodal tidak hanya berasal dari dalam negeri. Sebanyak 70 persen merupakan investor asing. Nilai investasinya pun ditaksir cukup tinggi. Perkiraan angka totalnya mencapai USD 500 juta. (hen/c20/ai/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia