Jawa Pos Logo

Gaya Hidup Pengaruhi Bisnis Produk Fashion, Realisasi Investasi Naik Jadi Rp 59,9 M
BERITA TERKAIT

JawaPos.com – Ada beberapa bidang usaha penyumbang kenaikan nilai realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) selain konstruksi, industri logam, tekstil, dan kulit.

Khusus industri tekstil, kenaikan investasi sangat dipengaruhi tingginya daya beli masyarakat terhadap dunia fashion.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono menyebutkan, tidak ada peningkatan permintaan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, jumlahnya cukup membuat industri tekstil bergairah.

’’Sebenarnya, tingginya realisasi investasi hanya dipengaruhi produk baju. Saya akui, permintaan pembuatan baju memang tinggi,’’ ungkapnya Sabtu (19/11).

’’Selain baju, permintaan produk lainnya cenderung turun. Antara lain, sarung, handuk, dan sarung tangan,’’ ucapnya. Tri Andhi menjelaskan, bisnis ritel produk fashion memang menggeliat.

Pertumbuhannya dipengaruhi kebutuhan dan gaya hidup. ’’Nah, ini yang jadi penolong teman-teman pengusaha tekstil. Realisasi investasi tak terlepas dari perdagangan busana,’’ terangnya.


BERITA LAINNYA