Sabtu, 19 Aug 2017
Bisnis

Meski Harga Naik, Bisnis Batu Bara Masih Merugi, Penyebabnya...

Sabtu, 19 Nov 2016 22:17 | editor : Fadhil Al Birra

Aktivitas tambang batu bara di konsesi milik PT Kideco Jaya Agung, Kabupaten Paser.

Aktivitas tambang batu bara di konsesi milik PT Kideco Jaya Agung, Kabupaten Paser. (Isnan/Kaltim Post)

JawaPos.com - Meski harga batu bara tahun ini mulai naik, namun rupanya belum memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perusahaan di Paser, Kaltim. Kualitas batu bara Paser yang masuk dalam kategori brown coal, membuat perusahaan masih wait and see terkait rencana peningkatan produksi pada 2017.

General Manager (GM) PT Kideco Jaya Agung Siswoko mengungkapkan, kelesuan bisnis batu bara masih terasa. Meski ada progres kenaikan harga, namun itu belum masuk dalam tingkat keekonomian. 

“Kemungkinan besar, produksi kita masih akan tetap, kisaran 32–35 juta ton per tahun,” kata Siswoko dikutip dari Kaltim Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (19/11).

Dia menyatakan bahwa dengan kondisi saat ini, perusahaan berupaya tetap bertahan dan melakukan produksi, meski tanpa keuntungan. Terkait tingkat keekonomian dan perusahaan mendapat keuntungan, kata dia, setidaknya harga batu bara di kisaran USD 85 sampai USD 86 per ton.

“Tapi meski ada kenaikan, harga batu bara tak lebih dari USD 35 per ton,” bebernya.  

Siswoko membeberkan harga batu bara nasional sangat dipengaruhi oleh dua negara pengimpor terbesar, Tiongkok dan India.

“Kuncinya memang ada di dua negara tersebut. Tapi Tiongkok dan India mengurangi impor, serta mengganti pembangkit dengan tenaga nuklir dengan alasan polusi. Selain itu, dipengaruhi harga minyak dunia. Kalau harga minyak turun, otomatis harga batu bara akan turun,” sebutnya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, harga batu bara acuan (HBA) periode Agustus untuk penjualan spot free on board (FOB) kembali naik melanjutkan kecenderungan pada Juni–Juli.

Saat bersamaan, harga batu bara kontrak November di bursa Rotterdam, ditutup melemah 0,87 persen ke level USD 62,35 per ton. (nan/ica/k8/fab/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia