Jawa Pos Logo

Meski Harga Naik, Bisnis Batu Bara Masih Merugi, Penyebabnya...

JawaPos.com - Meski harga batu bara tahun ini mulai naik, namun rupanya belum memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perusahaan di Paser, Kaltim. Kualitas batu bara Paser yang masuk dalam kategori brown coal, membuat perusahaan masih wait and see terkait rencana peningkatan produksi pada 2017.

General Manager (GM) PT Kideco Jaya Agung Siswoko mengungkapkan, kelesuan bisnis batu bara masih terasa. Meski ada progres kenaikan harga, namun itu belum masuk dalam tingkat keekonomian. 

“Kemungkinan besar, produksi kita masih akan tetap, kisaran 32–35 juta ton per tahun,” kata Siswoko dikutip dari Kaltim Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (19/11).

Dia menyatakan bahwa dengan kondisi saat ini, perusahaan berupaya tetap bertahan dan melakukan produksi, meski tanpa keuntungan. Terkait tingkat keekonomian dan perusahaan mendapat keuntungan, kata dia, setidaknya harga batu bara di kisaran USD 85 sampai USD 86 per ton.

“Tapi meski ada kenaikan, harga batu bara tak lebih dari USD 35 per ton,” bebernya.  

Siswoko membeberkan harga batu bara nasional sangat dipengaruhi oleh dua negara pengimpor terbesar, Tiongkok dan India.


BERITA LAINNYA