Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 November 2016 | 00.56 WIB

Dua Siswi Madrasah Tewas Terseret Arus Sungai

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com- Warga Desa Karang Anyar, Ketapang, Sampang, Madura, dirundung duka. Dua bocah yang masih duduk di bangku kelas I madrasah ibtidaiyah (MI) tewas karena tenggelam Kamis (17/11). Mereka adalah Naila Sifa Fitria, 8, dan Mamluaturrohmah, 7.



Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, kedua korban merupakan saudara sepupu. Setiap hari, Fitri dan Luluk –panggilan akrab keduanya– diantar dan ditunggui di sekolah oleh Marhamah. Dia merupakan ibu kandung Fitri.



Sekitar pukul 10.30, Desa Karang Anyar diguyur hujan deras. Setelah hujan reda, mereka pulang dari sekolah sekitar pukul 11.00. Mereka melintasi sebuah jembatan kayu penghubung antardusun. Luluk kemudian terpeleset dan jatuh ke sungai.



Saat itu arus sungai tersebut memang sangat deras. Setelah melihat keponakannya jatuh, Marhamah terkejut dan hendak menolongnya. Namun, sial, Fitri juga jatuh dari jembatan itu. Dua anak tersebut pun terseret arus.



Marhamah panik. Dia berteriak meminta tolong kepada warga sekitar lokasi. Dia sempat turun dari jembatan. Namun, anak dan keponakannya itu sudah terbawa arus.



Warga lalu berbondong-bondong melakukan pencarian. Luluk ditemukan sekitar 800 meter dari jembatan. Fitri pun kemudian ditemukan 100 meter lebih jauh dari lokasi penemuan Luluk. Saat ditemukan, nyawa mereka tidak tertolong.



’’Setiap berangkat dan pulang sekolah, mereka (Luluk dan Fitri) memang bersama Marhamah. Bapaknya semua berada di Malaysia,’’ jelas Selimah, 40, keluarga korban.



Dari hasil otopsi tim medis dari Puskesmas Ketapang, Luluk dan Fitri meninggal karena kepala mereka terbentur keras. Selain itu, mereka mengembuskan napas terakhir setelah kemasukan banyak air.



’’Kepala dan wajah keduanya terluka. Punggung mereka juga lebam karena terbentur batu,’’ kata dr Azhi setelah melakukan otopsi di rumah duka.



Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengungkapkan, setelah dimintai keterangan, kedua keluarga korban mengakui bahwa musibah tersebut murni kecelakaan. Karena itu, pihaknya membuat surat pernyataan bahwa keluarga korban tidak akan menuntut secara hukum. ’’Dua korban tersebut langsung dimakamkan,’’ ungkapnya.



Kades Karang Anyar Sabrai berjanji memperhatikan jembatan yang diseberangi Luluk dan Fitri itu. Pemerintah desa akan mengusulkan pembangunan kepada pemerintah kabupaten. ’’Pembangunan jembatan tersebut akan diprioritaskan dalam pengajuan infrastruktur selanjutnya,’’ ucapnya.

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore