
Ilustrasi
JawaPos.com- Warga Desa Karang Anyar, Ketapang, Sampang, Madura, dirundung duka. Dua bocah yang masih duduk di bangku kelas I madrasah ibtidaiyah (MI) tewas karena tenggelam Kamis (17/11). Mereka adalah Naila Sifa Fitria, 8, dan Mamluaturrohmah, 7.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, kedua korban merupakan saudara sepupu. Setiap hari, Fitri dan Luluk –panggilan akrab keduanya– diantar dan ditunggui di sekolah oleh Marhamah. Dia merupakan ibu kandung Fitri.
Sekitar pukul 10.30, Desa Karang Anyar diguyur hujan deras. Setelah hujan reda, mereka pulang dari sekolah sekitar pukul 11.00. Mereka melintasi sebuah jembatan kayu penghubung antardusun. Luluk kemudian terpeleset dan jatuh ke sungai.
Saat itu arus sungai tersebut memang sangat deras. Setelah melihat keponakannya jatuh, Marhamah terkejut dan hendak menolongnya. Namun, sial, Fitri juga jatuh dari jembatan itu. Dua anak tersebut pun terseret arus.
Marhamah panik. Dia berteriak meminta tolong kepada warga sekitar lokasi. Dia sempat turun dari jembatan. Namun, anak dan keponakannya itu sudah terbawa arus.
Warga lalu berbondong-bondong melakukan pencarian. Luluk ditemukan sekitar 800 meter dari jembatan. Fitri pun kemudian ditemukan 100 meter lebih jauh dari lokasi penemuan Luluk. Saat ditemukan, nyawa mereka tidak tertolong.
’’Setiap berangkat dan pulang sekolah, mereka (Luluk dan Fitri) memang bersama Marhamah. Bapaknya semua berada di Malaysia,’’ jelas Selimah, 40, keluarga korban.
Dari hasil otopsi tim medis dari Puskesmas Ketapang, Luluk dan Fitri meninggal karena kepala mereka terbentur keras. Selain itu, mereka mengembuskan napas terakhir setelah kemasukan banyak air.
’’Kepala dan wajah keduanya terluka. Punggung mereka juga lebam karena terbentur batu,’’ kata dr Azhi setelah melakukan otopsi di rumah duka.
Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengungkapkan, setelah dimintai keterangan, kedua keluarga korban mengakui bahwa musibah tersebut murni kecelakaan. Karena itu, pihaknya membuat surat pernyataan bahwa keluarga korban tidak akan menuntut secara hukum. ’’Dua korban tersebut langsung dimakamkan,’’ ungkapnya.
Kades Karang Anyar Sabrai berjanji memperhatikan jembatan yang diseberangi Luluk dan Fitri itu. Pemerintah desa akan mengusulkan pembangunan kepada pemerintah kabupaten. ’’Pembangunan jembatan tersebut akan diprioritaskan dalam pengajuan infrastruktur selanjutnya,’’ ucapnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
