Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 23.40 WIB

Puas Belajar Sekaligus Bermain

BUAH TANGAN:  Scouts dari SDN 1 Rogojampi Banyuwangi dan SDI Tompokersan Lumajang puas berbelanja di Pier 39 , San Francisco, California. - Image

BUAH TANGAN: Scouts dari SDN 1 Rogojampi Banyuwangi dan SDI Tompokersan Lumajang puas berbelanja di Pier 39 , San Francisco, California.

JawaPos.com- Mohamad Reza, Raymond Roy Steven, Jelena Hardiani, dan Anzila Mufida Rahma berdiri melingkar di meja bundar bertombol besar di depannya. Mereka lalu bergantian menekan panel raksasa itu hingga meluncur kepulan asap dari bawah. Bullllll. Asap putih layaknya kapas tersebut membentuk lingkaran awan mirip cincin.



Mereka pun lantas bersorak kegirangan. Clouds rings, nama permainan eksperimental itu, adalah salah satu fasilitas di Exploratorium. Museum sekaligus wahana bermain dan belajar sains tersebut menjadi favorit scouts cilik juara Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015–2016 bersama Antangin Junior Province Championship Jawa Timur itu.



Mereka berkesempatan menjelajah San Francisco, California, Amerika Serikat, pada Rabu (16/11) waktu setempat atau kemarin WIB. Raymond Roy Steven, anggota regu putra SDN 1 Rogojampi, Banyuwangi, amat terkesan dengan kunjungan ke tempat belajar dan bermain tersebut. ”Asyik sekali. Bisa main-main sambil belajar IPA,” kata Steven.



Dua jam mengeksplorasi arena itu memang tidak akan cukup memuaskan dahaga belajar dan bermain scouts cilik. Ada puluhan eksperimen yang bisa dijajal. Semuanya asyik. Di bagian eksplorasi gerak benda, misalnya, ada permainan menyeimbangkan tongkat, spiral, hingga simulasi cara kerja otot-otot pada orang yang mengayuh sepeda. Ada pula foto bayangan dalam bagian visual. Juga terdapat eksperimen permainan warna dan optikal yang memukau.



 Steven berharap Indonesia, khususnya Banyuwangi, bisa memiliki wahana seperti itu. Tempat bereksperimen dan bermain seperti itu amat memudahkan anak dalam memahami ilmu pengetahuan. Jelena Hardiani, regu putri dari SDI Tompokersan, Lumajang, juga terkesan dengan Exploratorium. ”Banyak permainan seru,” ujar Jelena.



 Setelah menjelajah Exploratorium, para penggalang ramu tersebut mengunjungi Wisma Indonesia. Para scouts cilik beserta kakak-kakak pembina dijamu Konjen RI di San Francisco Ardi Hermawan dan sang istri, Yulina Ardi Hermawan. Sejumlah pejabat dan staf KJRI juga turut menyambut. Begitu pula perwakilan dari Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat). ”Selamat ya. Adik-adik ini sungguh beruntung bisa memiliki kesempatan seperti ini,” ungkap Ardi.



Ardi juga berpesan agar para scout cilik tidak lupa berbakti kepada orang tua. ”Kalian bisa seperti ini juga karena doa para orang tua,” tutur diplomat asal Surabaya tersebut. Dalam suasana yang hangat itu, regu putri juga menampilkan tari kuda kencak. Gerakan mengagguk-anggukkan kepala dalam kesenian khas Lumajang tersebut membuat sepuluh scout cilik itu tampil menggemaskan. Sementara itu, regu putra menampilkan yel-yel seru yang rancak dan kompak.



Para scouts cilik lantas dijamu makan malam dengan menu utama soto ayam. Mereka pun menyantap hidangan tersebut dengan lahap. ”Jangan sungkan-sungkan. Kalau kangen masakan Indonesia, mampir saja ke sini,” ucap Ardi.



Waka Binamuda Kwarda Jatim Hariadi Purwantoro menyampaikan apresiasi atas perhatian dan sambutan hangat dari KJRI San Francisco. ”Di sini kami merasa seperti di rumah. Merasa di Indonesia,” katanya. (sof/c20/dio)

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore