
Kericuhan di ujung demo damai 4 November 2016 lalu
JawaPos.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) disarankan untuk mengadukan sejumlah temuan dalam peristiwa demonstrasi 4 November 2016 kepada komisi III DPR.
Sebab, pimpinan DPR ataupun pimpinan MPR tidak mengurusi hal-hal teknis.
"Kan selama ini beliau ke pimpinan DPR, pimpinan MPR tetapi belum sempat langsung ke komisi tiga. Teman-teman komisi tiga yang secara teknis membidangi masalah hukum, itukan belum bisa menangkap feelnya," ujar Anggota Komisi III DPR Arsul Sani saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (18/11).
Dengan disampaikan ke komisi tiga, menurutnya bisa didalami dan ditanyakan langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai hal-hal yang dianggap bentuk kekerasan dari aparat keamanan pada persitiwa tersebut.
Termasuk, soal adanya komando lain pada saat membubarkan Aksi Bela Islam II itu. Sebab, Arsul sendiri merasakan memang terjadi provokasi luar biasa dari pihak-pihak di luar arus unjuk rasa itu.
"Kita kan belum tau apa yang dimaksud dengan komando lain. Makanya kita minta sampaikan dulu lah baik secara tertulis atau dalam satu RDPU dengan komisi tiga," tutur sekretaris jenderal PPP itu.
Arsul mengatakan, komisi III DPR dengan senang hati menerima GNPF MUI jika ingin mengadukan hal tersebut.
"Kita terbuka kok untuk menerima beliau-beliau itu. Jadi supaya jelas juga argumentasinya," pungkas legislator asal Jawa Tengah itu.
Sebelumnya, GNPF MUI yang dikomandoi Habib Rizieq menemui pimpinan DPR kemarin sore, Kamis (17/11). Dalam pertemuan itu, dia menceritakan kronologi Aksi Bela Islam pada 4 November yang dipenuhi oleh kekerasan aparat ketika menjelang Maghrib.
Kekerasan yang ditemukan mulai dari tembakan gas air mata yang tidak sesuai prosedur dan dianggap membabi buta, tembakan menggunakan peluru karet, hingga banyaknya peserta yang tergilas kendaraan petugas.
Bahkan disampaikan, ada komando lain yang menyebabkan tembakan untuk membubarkan massa itu tak lantas berhenti. Padahal, Kapolri Jenderal Tito dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sudah memerintahkan untuk memberhentikan tembakan.
Atas sejumlah hal tersebut, GNPF MUI meminta agar DPR menelusurinya dengan membentuk pansus. (dna/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
