Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 20.19 WIB

DPPKAD Siapkan Lahan Negara Akan Dibeli Sesuai dengan ZNT

RAMAI: Tampak depan Puskesmas Menganti. DPPKAD mencari lahan baru untuk sarana kesehatan tersebut. - Image

RAMAI: Tampak depan Puskesmas Menganti. DPPKAD mencari lahan baru untuk sarana kesehatan tersebut.

JawaPos.com Bukan hanya dinas kesehatan (dinkes) yang memiliki pekerjaan rumah (PR) mencari lahan untuk pembangunan Puskesmas Menganti dan Kedamean.



Dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPPKAD) juga mengupayakan hal yang sama. Kepala DPPKAD Gresik Yetti Sri Suparyati mengatakan, pihaknya akan mencari lahan yang berstatus tanah negara.



”Peta tanah negara sudah ada. Tapi, riwayat tanah juga menjadi pertimbangan,” terangnya. Pengambilalihan tanah negara lebih mudah. Hanya butuh surat permohonan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).



’’Namun, pemkab tetap membayar tanah sesuai harga pasaran,’’ lanjutnya. Yetti mengungkapkan, pihaknya akan mengacu pada zona nilai tanah (ZNT) yang diberlakukan pada 2017.



Sebab, setiap wilayah memiliki nilai tanah yang berbeda. ”Kalau sudah ditempati masyarakat, tanahnya tetap dibeli sesuai harga pasaran,” jelasnya.



Di sisi lain, Plt Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam berharap lokasi baru untuk pembangunan Puskesmas Menganti dan Kedamean harus mudah dijangkau.



Dengan begitu, masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan mudah. Selama ini dua puskesmas itu memang menjadi jujukan warga untuk berobat. Namun, dua puskesmas tersebut belum memiliki layanan prima 24 jam.



Karena itu, warga kerap kali kerepotan ketika hendak memeriksakan diri saat malam. Yetti melanjutkan, pihaknya juga mengupayakan lokasi yang strategis untuk pembangunan Puskesmas Menganti dan Kedamean.



Sebab, layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. ”Pasti diupayakan lokasi yang strategis. Kalau perlu di pinggir jalan raya,” ucapnya.



Jika sudah menemukan lahan, pemkab akan membelinya. Pada APBD 2017, sudah disiapkan dana Rp 36 miliar. Jumlah tersebut, kata Yetti, tidak hanya dipakai untuk pengadaan lahan puskesmas.



”Itu untuk pengadaan lahan secara keseluruhan. Mulai pelebaran jalan lapangan terbang Bawean, lahan uji kir, hingga puskesmas,” paparnya.



”Setelah ada lahan, tahun berikutnya (2018, Red) dimulai pembangunan fisik,” tambahnya. (adi/c7/ai/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore