
Petugas Imigrasi Batam mengawal para imigran pencari suaka yang dipindahkan dari Taman Aspirasi Pemko Batam, Kamis (17/11).
JawaPos.com BATAM - Keberadaan imigran pencari suaka yang selama ini ada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini sudah sangat meresahkan masyarakat.
Akibatnya 103 imigran dari berbagai negara itu dipindahkan pihak Kantor Imigrasi Batam ke rumah detensi imigrasi (rudenim) Tanjungpinang dan hotel Kolekta, Batam serta Surabaya.
35 orang pindah ke rudenim sedangkan 56 lainnya ke hotel Kolekta di Jodoh dan 12 orang ke Surabaya. Selain itu, sebanyak 55 orang yang selama ini tinggal di hotel Kolekta dipindahkan juga ke Rudenim Tanjungpinang.
"Ini karena keberadaan mereka sudah sangat meresahkan," kata Kepala Kantor Imigrasi Batam Teguh Prayitno yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (18/11).
Pemindahan para imigran ini, akan dilakukan secara bertahap. Nantinya, kata Teguh tak ada lagi imigran di Batam. "Pelan-pelan, 103 ini dulu," ujarnya.
Teguh Prayitno menyebutkan, ada 12 imigran dikirim ke Surabaya. Alasannya, Rudenim Tanjungpinang dan Hotel Kolekta sudah penuh.
"Pihak Surabaya mau menampung, tapi mereka maunya yang lajang. Jadi 12 orang itulah yang kami kirimkan," ucapnya.
Teguh menyebutkan pihaknya juga telah mengantisipasi kedatangan imigran ke Taman Aspirasi. Dimana nantinya di taman tersebut, ada satuan pengamanan. Taman Aspirasi akan steril dari para imigran.
"Kemarin malam aja, kembali nambah empat orang imigran. Datang terus, dan ini menjadi masalah untuk kita semua," ungkapnya.
Empat orang imigran yang terdiri dari seorang laki-laki dewasa, dua anak-anak dan satu perempuan dewasa. Ke empatnya, kata Teguh akan ditempatkan di Hotel Kolekta untuk sementara waktu. "Kami belum data, karena baru datang," ucapnya.
Sementara itu Ali, salah satu imigran yang akan diberangkatkan ke Surabaya. Sama sekali tak mengetahui akan diberangkatkan ke Surabaya.
Ali yang sudah fasih berbahasa Indonesia, menyebutkan pihak imigrasi tak ada bilang ke dia dan 11 temannya akan bertolak ke Surabaya. "Tidak tahu, katanya kami ditempatkan di hotel kolekta saja," tuturnya.
Namun walau begitu, Ali tak masalah ditempatkan dimanapun. "Asalkan lebih kayak dari sini (Taman Aspirasi,res)," ungkapnya. (ska/iil/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
