Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 16.38 WIB

Masih Banyak Balita Gizi Buruk, Anggarkan Makanan Pendamping Rp 800 Juta

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Di Kabupaten Tegal disinyalir masih banyak balita yang menderita gizi buruk. DPRD Kabupaten Tegal pun menganggarkan bantuan makanan pendamping Air Susu Ibu (ASI) sebesar Rp 800 juta. Rencananya, bantuan itu akan digelontorkan pada 2017 mendatang.



"Sepertinya masih banyak balita yang terkena gizi buruk. Dan ini harus ditangani serius. Sebab, anak merupakan generasi penerus bangsa," kata Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh dilansir Radar Tegal (Jawa Pos Group), kemarin.



Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Novi ini berharap, dinas terkait harus melakukan pendataan secara cermat terkait balita penderita gizi buruk. Itu mengingat adanya bantuan dari pemerintah yang akan didistribusikan tahun depan.



Bantuan akan diberikan kepada 1.373 anak yang tersebar di 287 desa/ kelurahan Kabupaten Tegal. Bantuan disalurkan melalui Posyandu di wilayahnya masing-masing. "Sebenarnya bantuan itu belum cukup, tapi paling tidak bisa membantu penguatan gizi anak," ucapnya.



Selain itu, lanjut dia, Komisi IV juga menganggarkan untuk bantuan makanan tambahan dan gizi bagi anak sebesar Rp 1 miliar. Tidak jauh berbeda dengan bantuan makanan pendamping ASI, bantuan itu juga didistribusikan melalui Posyandu. Diharapkan Posyandu juga lebih maksimal dalam melayani para balita dan anak-anak.



"Kader Posyandu jangan hanya bisa menimbang dan mendata, tapi juga harus mengetahui tumbuh kembang anak," pintanya.



Ditambahkan, Komisi IV juga menganggarkan untuk makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energy kronis sebesar Rp 751 juta. Ibu hamil bisa mendapatkan makanan tambahan di Posyandu di desa masing-masing. Dengan bantuan itu, diharapkan kematian ibu saat melahirkan semakin berkurang.



"Kami mengapresiasi kinerja pelayanan kesehatan, khususnya terkait dengan kematian ibu saat melahirkan. Kini, peringkat kematian ibu saat melahirkan meningkat dari 2 terbawah menjadi 4 terbawah se-Jateng," pungkasnya. (yer/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore