
Ilustrasi
JawaPos.com DENPASAR- Pariwisata tetap menjadi andalan Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian. Meski perkembangan sektor pariwisata di Bali cukup pesat, namun sektor pendukung dari industri pariwisata di Bali selama tahun 2016 tercatat mengalami penurunan.
Salah satunya adalah sektor akomodasi perhotelan. Selama tahun 2016, tingkat hunian hotel di bali tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dari data Dinas Pariwisata Provinsi Bali, tingkat hunian hotel di Bali pada Bulan September 2016 mencapai 67.86 persen atau menurun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 yang okupansi hotel di Bali mencapai 70.30 persen.
Menurunnya okupansi hotel di Bali ini, menurut Ketua PHRI Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati karena populasi hotel di Bali cukup padat, sehingga okupansi hotel di Bali mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Selain jumlah kamar hotel yang meningkat, minat wisatawan untuk menginap dihotel bintang selama berlibur di Bali juga mengalami penurunan,” jelasnya seperti dikutip Bali Expres (Jawa Pos Group) Jumat (18/11).
Hingga bulan September lalu, Cok ace mengungkapkan jika Bali memiliki jumlah kamar hotel mencapai 13 ribu kamar, meningkat dari tahun 2015 lalu yang mencapai 95 ribu kamar sedangkan dari data yang dimiliki PHRI di sebutkan jumlah wisatawan yang datang ke Bali hingga September mencapai 3.639.550 orang meningkat 21,69 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 yang tercatat 2.990.813 orang.
Meskipun mengalami peningkatan, namun okupansi hotel menurun, hal ini dikatakan Cok Ace disebabkan oleh adanya penurunan pada lama menginap wisatawan di Bali dari sebelumnya 3,9 hari menjadi 3 hari.
Adanya penurunan okupansi Hotel di Bali selama tahun 2016 ini juga diakui oleh Ketua Bali Tourism Board Bali, Ketut Ardana, menurut Ardana selama tahun 2016, tingkat hunian hotel di Bali mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Penurunan hotel di Bali disebabkan karena jumlah kamar hotel di Bali sudah terlalu penuh, sedangkan wisatawan yang datang tidak meningkat dengan signifikan,” ungkapnya. (gek/nas/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
