Rabu, 26 Jul 2017
Finance

Bayar Utang, Pan Brothers Jajakan Global Bond Rp 2,63 Triliun

Jumat, 18 Nov 2016 01:43 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com -Emiten Garment PT Pan Brothers (PBRX) menerbitkan global bond senilai USD 200 juta. Surat utang setara Rp 2,63 triliun telah mendapat restu dari pemegang saham. Pemegang saham juga menyetujui global bond itu dibanderol kupon bunga 10 persen.

Meski telah mengantongi stempel pemegang saham terkait besaran kupon, perusahaan belum akan menentukan angka pastinya. Sebab, berdasar pantauan perusahaan, serapan pasar baru berada di kisaran 7 persen. 

”Jadi, belum kami tentukan, karena masih dalam proses,” tutur Sekretaris Perusahaan Pan Brothers Iswar Deni seperti dikutip Indopos, Jumat (18/11).

Deni menyebut dana hasil emisi surat utang itu akan dipakai untuk melunasi utang dan membiayai ekspansi di masa mendatang. 

Di mana, 80 persen untuk membayar seluruh fasilitas term loan dari kredit sindikasi, seluruh fasilitas pinjaman jangka pendek tanpa komitmen dan fasilitas penyelesaian impor the Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd, Cabang Jakarta pada ESGI, seluruh fasilitas perdagangan multi opsi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) sejumlah USD 5 juta.

Posisi fasilitas kredit sindikasi dan fasilitas perbankan lain yang digunakan per 30 Juni tahun ini senilai USD USD 206,33 juta. Itu terdiri dari term loan USD 36,5 juta dan revolving credit loan dan lain-lain USD 169,83 juta. Fasilitas kredit saat ini terdiri dari term loan USD 40 juta dan dua revolving credit loan masing-masing USD 200 juta dan USD 30 juta. 

Sepanjang tahun ini, perusahaan telah menambah fasilitas manufaktur baru di Demak dan Ungaran, Jawa Tengah (Jateng) melalui anak usaha PT Berkah Indo Garment. 

Fasilitas baru itu memproduksi woven top dan bottom termasuk denim (jeans product). Penambahan pabrik Eco Samrt dari semula 3 menjadi 2 dengan skala yang sama akan dimulai pada 2017 dan berproduksi dipenghujung 2017. 

Selain itu, perusahaan mengembangkan kapasitas produksi 90 juta potong tahun ini. Kemudian menjaga dan mengembangkan kemitraan dengan perusahaan garmen sub-contractor baik eksisting maupun baru. 

Memanfaatkan ketersediaan modal kerja dengan baik untuk memberi nilai tambah bagi transaksi dengan buyer (buyer of payment yang fleksibel). ”Jadi, kami optimistis hingga penghujung tahun ini, angka penjualan akan bertengger di kisaran USD 480 juta. Apalagi, September tahun ini telah berada di level USD 372,4 juta,” tegas Deni. (far/nas/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia