Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 08.31 WIB

Mengenal Lebih Dekat Profil Desainer di Ajang Indonesia Cultural Fashion

Para Desainer Indonesia Cultural Fashion (ICF) 2016 Amsterdam - Image

Para Desainer Indonesia Cultural Fashion (ICF) 2016 Amsterdam

JawaPos.com - Indonesia Cultural Fashion (ICF) 2016 Amsterdam akan menampilkan karya orisinil dari para desainet tanah air. Kain-kain nusantara yang menjadi kebanggaan ibu pertiwi akan menjadi sorotan mata internasional di Amsterdam, Belanda.



Mereka adalah karya Elemwe oleh Lily Mariasari, Territory oleh Terry Puteri, Sun Summit oleh Rizaro, Uemara oleh Inne Rachma Hardjanto. Keempatnya akan menampilkan kain khas nusantara yang didesain dengan anggun.



1. Elemwe oleh Lily Mariasari



Latar belakang dirinya turut serta dalam ajang ini adalah untuk ingin lebih memperkenalkan hasil busana Elemwe ke pasar internasional, sehingga dapat membantu pemerintah dalam melestarikan seni budaya Indonesia melalui fesyen. Elemwe mengangkat hasil karya pengrajin Indonesia khususnya dari DKI Jakarta melalui busana yang terbuat dari bahan batik dengan motif seni budaya Betawi.



Busana yang ditampilkan yakni muslim ready to wear, two pieces yang menggunakan paduan baham polos dan batik cap campuran tulis, namun kali ini busana yang akan diperlihatkan adalah busana yang memiliki ciri khas Betawi. Material yang akan digunakan adalah katun, brokat, dan payet. Perbedaan satu busana dengan yang lain adalah motif pada kain serta desain baju yang berciri khas seni budaya Betawi.



2. Territory oleh Terry Puteri



Territory artinya wilayah yang terbagi. Diantaranya Territory of Style yang terdiri dari pakaian-pakaian wanita aktif masa kini. Territory of Hijab terdiri dari syal, scarf, hijab, kerudung, dan lainnya. Serta Active Territory terdiri dari pakaian-pakaian olahraga untuk wanita yang menutup aurat atau berhijab.



Untuk show di ICF 2016,Territory menghadirkan koleksi spesial "Territory of Indonesia" dengan membawa kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan. Untuk ini Territory of Indonesia bekerjasama dengan pengrajin asli kain Sasirangan langsung dari Kalimantan. Konsep yang diusung yakni comfort daily wear yang edgy dan nyaman dengan ciri khas kain nusantara yang disukai masyarakat Eropa.



3. Sun Summit oleh Rizaro



Dalam karyanya kali ini, Sun Summit akan memperkenalkan kultur budaya Sumatera Barat ke Belanda dengan menampilkan busana yang sporty etnik dengan sentuhan ala Minangkabau serta berpadu dengan cantiknya batik Tanah Liek dan sutera Makasar yang dikombinasikan dengan bordir dan payet khas Kalimantan.



Tujuannya agar masyarakat lebih mengenal kain dari Sumatera Barat. Kain nusantara semakin menciptakan daya pikat di pasar internasional



4. Uemara oleh Inne Rachma Hardjanto



Uemara adalah brand hijab yang berbasis di Belanda dengan target market muslimah Eropa. Pada dasarnya Uemara adalah e-commerce busainess dengan butik konsep, dalam arti bukan merupakan produksi massal tetapi lebih selektif dalam mengkurasi produknya.



Konsep keseluruhan produk Uemara adalah lively spirit, resolutely feminine, confident dan understatetd style yaitu mengusung hijab style yang tumbuh keseharian di masyarakat Eropa dengan ciri simpel, elegan, dan understated style namun tetap chic, lively, dan feminin. (cr1/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore