Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 November 2016 | 21.54 WIB

Bonek Memulai Perlawanan Dari Kampung-Kampung

SURABAYA MELAWAN: Andy Peci memimpin aksi Bonek di wilayah Tandes, Surabaya, Rabu malam (16/11). Aksi ini akan digelar lagi malam ini di tempat yang sama. - Image

SURABAYA MELAWAN: Andy Peci memimpin aksi Bonek di wilayah Tandes, Surabaya, Rabu malam (16/11). Aksi ini akan digelar lagi malam ini di tempat yang sama.

JawaPos.com- Edy Rahmayadi memang sudah berjanji mengembalikan status Persebaya pada kongres tahunan PSSI (8/1) mendatang. Namun, Bonek belum sepenuhnya mempercayai janji ketua umum PSSI itu. Pengembalian status Persebaya tersebut terus mereka gelorakan. Aksi itu dimulai hari ini (17/11). Kecamatan Tandes, Surabaya menjadi pionir.



’’Kami menghargai komitmen ketua umum PSSI untuk menyelesaikan permasalahan Persebaya,’’ kata Andy ’’Peci’’ Kristiantono, juru bicara Arek Bonek 1927. ’’Namun, kami menolak terlena dan diam saja,’’ lanjutnya.



Bonek memang trauma dengan janji-janji PSSI. Sebab, induk organisasi sepak bola di tanah air itu kerap ingkar janji untuk mengembalikan status Persebaya. Puncaknya terjadi pada kongres di Jakarta (10/11). ’’Pernyataan di atas materai dan di hadapan media-media nasional saja bisa mereka ingkari. Apalagi, sekarang hanya pernyataan lisan,’’ ucap Andy.



 Dia menjamin aksi yang dimulai dari level kecamatan se-Surabaya tersebut berjalan tertib. Sebab, Bonek juga bertugas menjaga Kota Pahlawan tetap kondusif. ’’Ini masih aksi di kecamatan masing-masing. Sebisa mungkin, kami akan tertib dan menghormati masyarakat sekitar,’’ ujar Rony Ariawan, salah seorang Bonek Manukan.



Komitmen Bonek menjaga Surabaya agar tetap kondusif memang sejalan dengan keinginan Edy. Pria yang menjabat Pangkostrad itu sempat mengimbau Bonek tidak melakukan demo dan turun ke jalan.



’’Itu (tidak turun ke jalan, Red) bisa kami penuhi. Asal, ada pernyataan tertulis bahwa Edy memegang janji untuk mengembalikan Persebaya di kongres tahunan,’’ tutur Andy. ’’Bila tidak, kami akan tetap melancarkan aksi. Sambil menunggu 8 Januari 2017, Surabaya tidak akan berhenti menyuarakan perlawanan,’’ tambahnya. (io/bas)



Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore