Minggu, 23 Apr 2017
Finance

BI Prediksi Ekonomi 2017 Akan Jauh Lebih Baik

Selasa, 15 Nov 2016 22:59

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik pada 2017 dibanding tahun ini. 

Di tengah perekonomian global belum membaik sebagaimana yang diharapkan, daya dukung ekonomi Indonesia  masih tetap akan bergantung pada tingkat konsumsi masyarakat, investasi dan membaiknya ekspor.

“Kita optimis ekonomi bisa tumbuh sekitar 5,1 % tahun depan,” ujar Direktur Eksekutif Dept Ekonomi &  Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung dalam seminar "Economic Outlook 2017"di Jakarta, Selasa (15/11).

Menurutnya, kembali bangkitnya  harga komoditas dunia akan memberikan daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Pasalnya, Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor komoditas yang sangat besar, seperti minyak kepala sawit, karet, dan bahan tambang seperti batubara. 

Bukan itu saja, kredit sektor perbankan diprediksi kembali akan tumbuh bagus tahun depan setelah mengalami tekanan sepanjang tahun ini. “Trend kredit terus membaik,” katanya.

Kebijakan pemerintah menggenjot infrastruktur diharapkan  dengan memperbesar belanja investasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian yang pada akhirnya bisa meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat.

Terkait dengan  perkembangan bisnis bank, Juda berharap perbankan tidak usah trauma akan kekurangan likuiditas hingga akhir tahun. 

Menurutnya, dana perbankan yang ada di BI saat ini sudah mencapai Rp 320 triliun atau jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 200 triliun.

"Perbankan tidak usah trauma kekurangan likuiditas pada akhir tahun, karena saat ini likuiditas sangat cukup di BI," imbuh Juda.

Selain itu, akan ada dana repatriasi yang akan masuk hingga Desember 2016 ini diperkirakan mencapai Rp 143 triliun, yang sudah masuk September Rp 10 triliun, dan bulan Oktober akan masuk Rp 40 triliun, jadi hingga Desember kita perkirakan akan masuk Rp 100 triliun.(nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia