Jawa Pos Logo

Inovasi Pompa, JOB PPEJ Hemat USD 2 juta

JawaPos.com - Mengubah tantangan jadi peluang. Itulah yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dalam menyikapi keluhan dan protes sebagian warga terhadap proses water injection pada lapangan Sukowati yang memunculkan bau menyengat pada akhir 2015.

Lewat inovasi terhadap sistem pompa injeksi air, JOB PPEJ yang bekerja dalam pengendalian dan pengawasan SKK Migas ini ampu melakukan proyek water injection tanpa efek bau. Proyek ini sekaligus menekan biaya alias melakukan efisiensi miliar rupiah. Efisiensi dalam kegiatan water injection ini besar artinya bagi JOB PPEJ menyusul turunnya harga minyak dunia sejak September 2014 dan mencapai puncaknya pada akhir 2015.

Keberhasilan memanfaatkan tantangan jadi peluang itu terwujud setelah JOB PPEJ bersama mitra kerjanya melakukan inovasi pada pompa injeksi air. “Dengan begitu, JOB PPEJ tidak perlu menyediakan fasiltas water processing lengkap saat melakukan proses water injection pada sumur di Sukowati,” kata General Manager JOB PPEJ Akbarsyah kepada wartawan di Surabaya, Senin (14/11).

Akbarsyah memaparkan, dalam water injection lazimnya membutuhkan gas boot yang berguna untuk memisahkan gas terlarut dari air formasi untuk injeksi air. Serta, tangki-tangki untuk membebaskan gas terlarut dalam air yang berdampak ke pompa injeksi dengan penurunan tekanan air.

Selain itu, butuh booster pump untuk menaikkan kembali tekanan sebelum di alirkan ke pompa injeksi tekanan tinggi. Dan, menambah kompresor untuk mencegah flaring.

“Dengan inovasi pompa, peralatan-peralatan itu tidak lagi dibutuhkan lagi, sehingga JOB PPEJ bisa melakukan penghematan yang signifikan. Kompresor nilainya bisa mencapai USD 1,2 juta. Sementara fasilitas water processing mencapai USD 600 ribu,” katanya.


BERITA LAINNYA