Selasa, 21 Feb 2017
Ekonomi

Inovasi Pompa, JOB PPEJ Hemat USD 2 juta

Senin, 14 Nov 2016 20:56

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Mengubah tantangan jadi peluang. Itulah yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dalam menyikapi keluhan dan protes sebagian warga terhadap proses water injection pada lapangan Sukowati yang memunculkan bau menyengat pada akhir 2015.

Lewat inovasi terhadap sistem pompa injeksi air, JOB PPEJ yang bekerja dalam pengendalian dan pengawasan SKK Migas ini ampu melakukan proyek water injection tanpa efek bau. Proyek ini sekaligus menekan biaya alias melakukan efisiensi miliar rupiah. Efisiensi dalam kegiatan water injection ini besar artinya bagi JOB PPEJ menyusul turunnya harga minyak dunia sejak September 2014 dan mencapai puncaknya pada akhir 2015.

Keberhasilan memanfaatkan tantangan jadi peluang itu terwujud setelah JOB PPEJ bersama mitra kerjanya melakukan inovasi pada pompa injeksi air. “Dengan begitu, JOB PPEJ tidak perlu menyediakan fasiltas water processing lengkap saat melakukan proses water injection pada sumur di Sukowati,” kata General Manager JOB PPEJ Akbarsyah kepada wartawan di Surabaya, Senin (14/11).

Akbarsyah memaparkan, dalam water injection lazimnya membutuhkan gas boot yang berguna untuk memisahkan gas terlarut dari air formasi untuk injeksi air. Serta, tangki-tangki untuk membebaskan gas terlarut dalam air yang berdampak ke pompa injeksi dengan penurunan tekanan air.

Selain itu, butuh booster pump untuk menaikkan kembali tekanan sebelum di alirkan ke pompa injeksi tekanan tinggi. Dan, menambah kompresor untuk mencegah flaring.

“Dengan inovasi pompa, peralatan-peralatan itu tidak lagi dibutuhkan lagi, sehingga JOB PPEJ bisa melakukan penghematan yang signifikan. Kompresor nilainya bisa mencapai USD 1,2 juta. Sementara fasilitas water processing mencapai USD 600 ribu,” katanya.

Dia menambahkan, JOB PPEJ juga tidak perlu memasang pompa untuk mendorong minyak dan sisa air terproduksi, agar bisa sampai ke CPA Mudi yang berjarak 10 km dari lokasi lapangan Sukowati. “Total nilai penghematan sekitar USD 2 juta . Itu belum termasuk nilai yang tidak bisa diukur, yakni JOB PPEJ juga bisa meniadakan flare dalam proses water injection. Artinya, dalam kegiatan operasi JOB PPEJ lebih ramah lingkungan dan bisa memahami aspirasi warga. Kegiatan water injection yang pernah dihentikan warga bisa dilanjutkan dengan aman,“ katanya.

Keberhasilan melakukan water injection ini, lanjut Akbarsyah, juga memberi manfaat besar bagi JOB PPEJ dalam mencegah turunnya produksi secara drastis akibat kehilangan tekanan pada sumur-sumur minyak yang ada di Sukowati.

“Meski pada Februari 2018 masa kontrak JOB PPEJ di Blok Tuban telah berakhir, tetapi kami bertekad tetap bekerja maksimal untuk menjaga produksi. Paling tidak target produksi tahun 2016 ini masih bisa melampui target, tercapai sekitar 104 persen ,” jelas Akbarsyah.(ido/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia