Jawa Pos Logo

Lahan Diserobot, Investor Tambang Papua Keluhkan Kepastian Hukum

JawaPos.com - Perusahaan tambang emas PT Kristalin Eka Lestari (KEL) merasa dirugikan atas penyerobotan lahan yang diduga dilakukan PT Tunas Anugerah Papua (TAP).

PT TAP diduga telah memasuki wilayah PT KEL tanpa izin resmi. Adapun, lokasi beroperasinya kedua perusahaan itu berada di wilayah Distrik Makiwi, Kabupaten Nabire, Papua.

Mirisnya, PT TAP sudah melakukan operasi kerja selama satu tahun di lahan yang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dikantongi PT KEL sejak 2010 itu. Sebelumnya, PT KEL mengantongi Kuasa Pertambangan (KP) sejak 2008 silam.

"Kami menuntut kebenaran atas hak kami yang kami bangun sudah sembilan tahun sejak 2007," kata Komisaris PT KEL Arif Setiawan kepada  media, Sabtu (12/11).

Arif menduga, perusahaan yang telah menyerobot lahannya itu dibantu oleh oknum tertentu. Padahal, pihaknya telah menanamkan investasi cukup besar.

Dia menambahkan, PT KEL pada dasarnya telah mengantongi IUP untuk tambang emas Nifasi dan Makimi. Berdasarkan surat dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM Nomor 012250/30/DBP/2015, tanggal 19 Juni 2015, tambang emas Nifasi dan Makimi tidak dalam tumpang tindih dengan IUP lainnya.


BERITA LAINNYA