Minggu, 22 Jan 2017
Bisnis

Bisnis Pariwisata Makin Diminati, 2016 Ada Tujuh Proyek Baru Rp 24,7 M

Selasa, 08 Nov 2016 14:46

Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Gresik:

Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Gresik: (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Animo masyarakat luar daerah maupun asing untuk berekreasi ke Kota Pudak masih terbilang tinggi. Tahun ini, hingga Agustus, tercatat ada 1.699.583 wisatawan yang berkunjung.

Hal tersebut berdampak pada dunia usaha. Bisnis di sektor pariwisata tetap melejit. Makin banyak pengusaha yang membangun hotel, restoran, rumah makan, dan kafe dalam lingkup objek wisata.

”Kami memastikan, bisnis di sektor pariwisata tetap tumbuh. Dibanding tahun lalu, naik 10 persen,” ungkap Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Gresik Agus Suharsono, Senin (7/11).

Perkembangan itu, kata Agus, dapat dilihat dari pertumbuhan bisnis kuliner di sekitar tempat wisata. Dia lantas memisalkan sekitar area tempat wisata Makam Putri Cempo. Usaha kuliner tumbuh subur di lokasi tersebut.

Warung, kafe, dan tempat makan selalu penuh dengan pengunjung. ”Anak-anak muda menjadikan lokasi itu tempat nongkrong,” ucapnya. Agus memastikan bahwa disbudparpora terus menggenjot bisnis pariwisata.

Langkah tersebut tecermin dari berbagai kegiatan promosi. Terutama untuk menarik investor. Dia menilai jumlah hotel masih kurang. ”Padahal, hunian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tuturnya.

Saat ini baru terdapat 16 hotel atau penginapan di Kota Pudak. Padahal, Gresik memiliki objek wisata andalan. Pertumbuhan investasi di sektor pariwisata juga dipaparkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Gresik.

Lembaga itu mencatat adanya kenaikan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada sektor pariwisata (hotel dan restoran).

”Izin proyek dan nilai investasi meningkat. Kami optimistis bakal terus tumbuh,” kata Kepala Subbidang Pelayanan Perizinan Penanaman Modal Gresik Bambang Irianto.

Berdasar data instansi tersebut, ada tujuh proyek dengan nilai investasi Rp 24,7 miliar yang masuk pada 2016. Jumlah itu lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya enam proyek dengan nilai Rp 8,6 miliar.

 

Usaha Kuliner Andalkan Produk Laut

KHUSUS bisnis kuliner, pemilik usaha tetap mengandalkan produk olahan hasil laut sebagai menu andalan. Itulah yang membuat cita rasa dan kreativitas makanan berbahan ikan semakin beragam.

Di antaranya, sembilang kuah, ikan bakar, pepes gurami, otak-otak bandeng, dan telur ikan bader. Menu tersebut tersedia hampir di semua rumah makan di Kota Pudak.

’’Jika diamati, ada 70 persen rumah makan besar yang menu andalannya dari hasil laut. Mereka mengolah bandeng, udang, dan lobster menjadi kuliner menarik,’’ ungkap Ketua Asosiasi UKM Mamin Gading Emas Indah Suryaningrum, Senin (7/11).

Berdasar data Badan Pusat Satistik (BPS) Gresik, terdapat 65 restoran berskala besar di Kota Giri. Indah menambahkan, produk perikanan berpotensi meningkatkan laba pemilik usaha.

Pendapatan pengusaha rumah makan di Kota Pudak rata-rata cukup tinggi. Pengusaha mampu mengumpulkan uang Rp 20 juta per bulan. Jumlah itu bertambah saat musim-musim tertentu.

Di antaranya, musim haji dan umrah yang mendorong peningkatan permintaan. ’’Pertumbuhan rumah makan juga tak terlepas dari berkembangnya UMKM. Terutama UMKM yang menghasilkan produk olahan ikan laut,’’ ungkap pengusaha puding tersebut.

Ketua Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Gresik Ninis Trisilowati Widagdo membenarkan banyaknya restoran dengan menu utama hasil laut. Kondisi tersebut tidak lepas dari tingginya stok perikanan.

Hasil ikan dari para nelayan melimpah. ’’Kalau orang ke Gresik, pasti cari menu ikan,’’ ungkapnya. Pengusaha rumah makan itu menggarisbawahi persoalan kreativitas.

Dia mendorong pengusaha untuk lebih inovatif. Kreasi menjadi kunci meningkatkan penghasilan. (hen/c6/c9//ai/sep/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia