
MAINKAN PERAN: Tujuh Mahaguru yang diangkat oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditampilkan ke publik di Polda Jatim kemarin. Mereka bertugas menemani Dimas Kanjeng saat beraksi di beberapa kota.
JawaPos.com - Meski sudah menangkap tujuh mahaguru Dimas Kanjeng Tata Pribadi, polisi tak serta merta menetapkan mereka sebagai tersangka. Menurut Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono, semua mahaguru mengaku tidak tahu-menahu modus operandi yang dijalankan Dimas Kanjeng dan Vijay.
"Mereka ini sebenarnya tidak tahu-menahu. Cuma, perlu kami sampaikan ke publik bahwa Dimas Kanjeng ini memang penipu," tegas Argo.
Ketujuh mahaguru yang diamankan itu bernama Marno Sumarnno, 58, alias Abah Holil; Murjang, 51, alias Abah Nogososro; Abdul Karim, 77, alias Abah Sulaiman Agung; Ratim, 65, alias Abah Abdul Rohman; Sadeli, 63, alias Abah Entong; Biea Sutarno, 51, alias Abah Sukarno; dan Atjep, 51, alias Abah Kalijogo.
Abdul Karim, 77, alias Abah Sulaiman Agung menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi mahaguru Dimas Kanjeng. Dia mengatakan awalnya mendapat tawaran dari Karmawi (orang yang dipercaya event organizer Dimas Kanjeng untuk menyiapkan mahaguru). Tawaran itu adalah untuk bergabung ke Padepokan Dimas Kanjeng. Karim pun menyanggupi, tapi dia mengaku tak menyadari jika akan dijadikan sebagai mahaguru.
Pria yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan ini, lalu diberi baju lengkap dan diminta untuk bersandiwara mendampingi Dimas Kanjeng saat perkumpulan maupun istighotsah.
Selama lima tahun tidak bekerja, membuat dia menerima tawaran dari Karmawi. ”Setiap kali dipanggil saya diberi uang sebesar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta,” kata Abdul Karim.
Dia mengaku sudah dua tahun bergabung di Padepokan Dimas Kanjeng. Lalu, kakek 30 cucu ini didandani dengan menggunakan jubah dan surban dan diminta untuk duduk di kursi panggung bersama Dimas Kanjeng.
”Setelah itu saya diberi uang dan diantar pulang. Di rumah saya diminta untuk berdoa dan mendalami ilmu agama,” ungkapnya.
Karim menambahkan sudah dua kali menghadiri pertemuan di Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, kakek ber- jenggot putih ini pada 2016, juga ikut ke pertmuan yang diadakan di Ma- kassar dan di Jakarta.”Sudah empat kali saya ikut. Ditotal sudah dapat uang Rp 20 juta,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan orang-orang yang diduga terlibat penipuan bermodus penggandaan uang di Padepokan Dimas Kanjeng. Mereka ditangkap di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Sabtu, (5/11). (don/no)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022