Jumat, 23 Jun 2017
Humaniora

Penyelengara Umroh Berharap Arab Saudi Tinjau Kebijakan Biaya Visa

Senin, 07 Nov 2016 01:56 | editor : Mochamad Nur

Dirut First Travel Andika Surachman dalam acara Zikir dan Manasik di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (6/11)

Dirut First Travel Andika Surachman dalam acara Zikir dan Manasik di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (6/11) (Istimewa)

JawaPos.com – Perusahaan penyelenggara Umroh   berharap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bisa meninjau ulang  kebijakan pemberlakuan biaya visa haji dan umroh bagi jamaah  yang berangkat kedua kali  dalam kurun waktu tiga tahun.

“(Kebijakan) Itu memang sudah diberlakukan. Jamaah ditarik 3 tahun ke belakang,” ujar PT First Anugrah Karya Wisata  (First Travel) Andika Surachman disela-sela Manasik Umrah dan Dzikir Akbar di Jakarta, Minggu (6/11).

Dia mengakui tambahan  biaya Visa untuk jamaah Umroh yang berangkat kedua kali dalam tiga tahun itu memang cukup memberatkan jamaah. 

“Kita berharap kebijakan itu bisa dipertimbangkan kembali,” harapnya.

Kalaupun diberlakukan, harapnya, bisa dilakukan secara bertahap. 

Pasalnya, dengan tambahan pungutan Visa 2.000 real (sekitar Rp 7 juta) akan memberatkan jamaah. “Tentunya kebijakan itu akan memberikan beban tambahan bagi jamaah,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Andika menyebut First Travel untuk program Umroh 2017,  yang dimulai November 2016 hingga Mei 2017, berharap bisa memberangkatkan sebanyak 50.000 jamaah.

“Tahun lalu kita berangkatkan sekitar 50.000 jamaah. Tahun ini kita berharap bisa tumbuh meski tidak terlalu besar,” harapnya.

Dari jamaah yang berangkat, sekitar 50 persen kuota diisi program promo dengan berbiaya ekonomis, 35-40  persen program reguler dan sisanya diisi oleh jamaah VIP.(nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia