
RINGSEK: Medan berat menyulitkan petugas dalam mengevakuasi mobil Toyota Avanza yang jatuh di jurang Tutur, Pasuruan, kemarin.
JawaPos.com - Misi melihat keindahan Gunung Bromo sudah tercapai. Delapan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu pun kembali menuju Lawang, Malang. Nahas, mobil yang mereka tumpangi terperosok ke jurang. Dua orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
Jawa Pos Radar Bromo melaporkan, para mahasiswa itu menumpang Toyota Avanza nopol N 1089 GX. Selama perjalanan pulang, mereka mengemudikan mobil tersebut secara bergantian.
Mendekati tikungan di Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, dua penjaga pos pantau desa, yakni Fendi dan Samsul, memberikan isyarat. Keduanya menyatakan bahwa kondisi lalu lintas sepi. Bahkan, tanda lalu lintas juga lengkap. Misalnya, tanda arah tikungan menurun dan kaca spion mata kucing agar pengendara berhati-hati.
Fendi mengungkapkan, saat itu mobil memang melaju dalam kecepatan tinggi dari atas Tosari. Fendi sempat memberikan isyarat aman. Artinya, tidak ada kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Diduga, pengemudi tidak bisa menguasai kendaraan. Bukannya berbelok, mobil malah melaju lurus.
Sebelum terperosok ke jurang, mobil sempat menghantam pembatas beton. Setelah itu, mobil silver tersebut meluncur ke jurang sedalam 250 meter. ''Saya sudah kasih isyarat aman, tapi mobil malah terus melaju lurus dan akhirnya langsung terjun ke bawah,'' ujar Fendi.
Dia menceritakan, peristiwa tersebut berlangsung cepat. Setelah mobil terperosok, terlihat dua orang terpental ke luar mobil dan tersangkut di semak-semak sejauh 4 meter dan 10 meter dari jalan raya. Sementara itu, penumpang yang lain ikut terjun bersama mobil. Mobil baru berhenti di aliran sungai kecil di dasar jurang.
Melalui handy talky (HT), dua penjaga pos tersebut langsung meminta bantuan kepada rekan mereka di pos pantau lain. Evakuasi pertama dibantu Mitra Gayatri dan Kencana Resque. Evakuasi berjalan alot karena mobil terperosok di kedalaman ratusan meter. Evakuasi dibantu babinsa dan anggota Polsek Purwosari serta Polres Pasuruan.
Saat evakuasi, dua korban mengalami luka parah. Seluruh korban langsung dilarikan ke Puskesmas Nongkojajar. Namun, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Bangil. Sekitar pukul 16.00, Rika Fionita mengembuskan napas terakhir. Beberapa jam kemudian, Riski Fitri juga dinyatakan meninggal.
Enam korban yang mengalami luka adalah Ni Made Ray Kristianti, Wiroatul Annisa, Anak Agung Ayu Ratna, Nurul Fadillah, Pramudita Lintang, dan Erga Patra Gave. Mereka adalah mahasiswa UGM yang menjalani praktik di RSJ Lawang.
Kasatlantas Polres Pasuruan AKPEvon Fitrianto menyatakan, pihaknya meminta mobil derek untuk mengevakuasi mobil tersebut. Namun, karena lokasinya sulit, evakuasi mungkin baru bisa dilakukan hari ini.
Dari keterangan yang didapat, saat kejadian nahas itu, mobil dikemudikan Ni Made Ray Kristianti. Dia menyatakan, kejadian itu murni kecelakaan. Tidak ada unsur pidana. ''Diharapkan lebih berhati-hati. Jalur di Bromo ini memang cukup tajam dan berkelok. Sopir atau pengendara harus berhati-hati,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Humas UGM Iva Ariani membenarkan adanya musibah yang menimpa mahasiswanya. ''Pimpinan fakultas tengah mendalami informasi kejadian,'' katanya kepada Jawa Pos Radar Jogja. (eka/rf/c5/ca)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
