Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 November 2016 | 18.22 WIB

Waspadai Demo Damai Disusupi ISIS, Kapolri: Tangkap!

Aksi damai FPI di depan Balai Kota DKI pertengahan Oktober lalu - Image

Aksi damai FPI di depan Balai Kota DKI pertengahan Oktober lalu

JawaPos.com - Simpatisan Islamic States of Iraq and Syiria (ISIS) diduga akan menyusup dan bergabung dengan para pengunjuk rasa menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaa penistaan agama.



Prediksi ini diulas oleh sejumlah media asing. Kemungkinan itu juga dilontarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berbicara di Forum Perdamaian Dunia di Jakarta.



Dengan adanya demo damai ini, ISIS akan mengambil keuntungan. "Namun pertanyaannya akan kah mereka komitmen melakukan kekerasan atau tidak," katanya seperti dilansir Channel News Asia.



Kelompok itu berasal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), jaringan Aman Abdurrahman, yang dihukum sembilan tahun penjara atas keterlibatannya dalam pelatihan militer.



Menurut Tito, pengikut jamaah aliran garis keras tersebut percaya untuk melancarkan serangan lebih cepat pada Jakarta tahun ini.



"Jadi kita belum dapat informasi soal ancaman teror atau kekerasan tetapi kami dapatkan informasi mereka akan bergabung dalam unjuk rasa," tegas mantan Kepala BNPT itu.



"Tentu polisi akan mengawasi 24 jam tidak hanya sebelum unjuk rasa tetapi selama unjuk rasa," jelasnya.



Pemerintaah juga menegaskan agar unjuk rasa yang diikuti oleh Front Pembela Islam (FPI) berlangsung damai.



Situasi ini muncul menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta karena dugaan penistaan agama oleh Ahok.



Tito memerintahkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri untuk mengawasi setiap pengunjuk rasa yang bisa saja membawa bahan peledak.



"Saya instruksikan untuk tangkap mereka," tegasnya.



Unjuk rasa akan dilakukan usai salat Jumat di Masjid Istiqlal menuju istana negara dan gedung DPR. Tito meminta semuanya tenang dan mematuhi hukum.



"Pengunjuk rasa jangan memecah belah bangsa atas nama suku, agama, dan unjuk rasa. Jangan mudah terprovokasi media sosial," tukasnya. (cr1/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore