Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 November 2016 | 04.02 WIB

Istri Tak Tahan Lagi Harus Mandi Basah 5 Kali Sehari

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Memiliki suami sebagai debt collector ternyata tidak menjamin hidup enak. Tidak selamanya bayangan punya barang berharga serta naik kendaraan mewah bisa teracpat.



Seperti rumah tangga Titi (27) dan suaminya Tata (32), keduanya nama samaran. Tata bekerja sebagai debt collector di sebuah perusahaan peminjaman uang dengan jaminan di Serang, Banten. Justru biaya kehidupan rumah tangga Titi malah sering tekor.



Penyebabnya, Tata yang doyan meminjam uang hingga utangnya segudang tersebar di mana-mana. Terutama utang ke kantornya yang mencapai ratusan juta. Lantaran tidak jujur soal uang yang tak jelas peruntukannya, membuat ibu dua anak ini menyeret sang suami ke Pengadilan Agama.



Di sana, Titi melayangkan gugatan cerai untuk Tata. Alasan yang Titi tulis dalam formulir, tak pernah dinafkahi suami dan tidak dihargai sebagai istri. “Capek Mas punya suami enggak jujur soal keuangan. Punya suami debt collector, tapi biaya hidup malah tekor,” keluh Titi  dilansir Radar Banten (Jawa Pos Group).



Titi kesal dengan sikap Tata yang mengatur keuangan sendiri untuk membiayai rumah tangga selama enam tahun. Buat keperluan sehari-hari, permintaan Titi hanya ditakar suami. Sehari buat belanja hanya dijatah Rp 20 ribu, kadang disuruh mengutang ke warung.



Giliran waktunya makan, banyak permintaan yang aneh-aneh, maunya menu yang enak-enak. Ya salam. “Gila kan, uang gaji dia kemana? Enggak pernah dikasih ke saya tuh, gaji pertama doang, selanjutnya dadah,” ujarnya ketus.



Namun, giliran di ranjang, pria yang Titi nikahi sejak 2009 itu, selalu ingin terpenuhi hasrat birahinya. Tata selalu marah jikalau Titi tak mampu memberikan servis memuaskan sampai Tata dirasa lelah. Tata terbilang tipikal lelaki hiperseks.



Dalam sehari, Titi bisa mandi lebih dari lima kali akibat Tata yang suka terus-terusan minta dilayani tak mengenal waktu dan tak merasa lelah. “Saya bukannya enggak mau memberi kepuasan, tapi sudah ilfil duluan. Boro-boro semangat, lebih baik diam, enggak banyak gerakan. Makanya, kita sering cekcok gara-gara bahas gituan. Lucu kan?” ucapnya.



Kalau pas malam pertama, begitu juga enggak Mbak? “Ya enggak lah, saya servis abis sampai molor. Waktu itu kan belum tahu kelakuan dia sebenarnya,” umbarnya.



Kalau tidak sampai terpuaskan saat berhubungan suami istri, Tata suka uring-uringan dan bersikap menyebalkan. Amarah demi amarah kerap dia lontarkan sampai berdampak pada pengurangan jatah belanja. (rb/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore