Jawa Pos Logo

Bor Sumur Baru di Lapangan Tua

JawaPos.com – Ladang minyak di Trembul, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang tertidur selama puluhan tahun akan ’’dibangunkan’’ lagi. Kemarin, PT Pertamina EP (PEP) dan PT Sarana GSS Trembul menandatangani perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) area Trembul. Cadangan minyaknya, diprediksi masih sebanyak 40,1 juta barel.
          
Perjanjian itu ditandatangani oleh Presdir PEP Rony Gunawan dan Presdir PT Sarana GSS Trembul Bambang Mulyadi. PEP sendiri, sudah mendapatkan hak eksklusif melakukan operasi minyak dan gas bumi di area operasi Trembul dari SKK Migas sejak 2013. 
          
Menurut Bambang, setelah mendapatkan hak itu lantas menunjuk BUMD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah sebagai mitra. Lantas, mereka mencari mitra untuk membentuk joint venture. Belakangan, kerja sama itu terjalin dengan GSS Energy Limited Singapura. ’’share BUMD dominan, 51 persen,’’ katanya.
          
Lebih lanjut dia menjelaskan, lapangan minyak itu sebenarnya sudah dibor pada 1917 oleh perusahaan Belanda, Nederlandsche Koloniale Petroleum Mij (NKPM). Namun, terpaksa tidak diteruskan pada 1942 karena Jepang sudah masuk Indonesia dan pecah perang dunia II. Sejak itu, lapangan trumbul tidak pernah disentuh.
          
’’Yang terambil oleh perusahaan Belanda baru 307 ribu barel,’’ katanya. Saat ditinggalkan, lapangan onshore itu sudah memiliki 24 sumur. Selama ini, sumur-sumur itu hanya dimanfaatkan oleh masyarakat lokal. Nanti, pengeboran yang dia lakukan tidak akan menyentuh kegiatan lokal.
          
Mereka memilih untuk mengebor empat sumur baru yang tidak jauh dari sumur eksisting, termasuk kegiatan akuisisi seismik. Untuk itu, PT Sarana GSS Trembul menyampaikan komitmen kepada PEP untuk melaksanakan program kerja tiga tahun senilai USD 7,6 juta atau Rp 99,1 miliar.
          
’’Kontrak kami untuk eksploitasi, bukan eksplorasi ya. Dari sekarang, sampai 15 tahun,’’ terangnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, dikelolanya lapangan Trembul bukan berarti pihaknya mengelola sumur tua. Sebab, mereka tidak akan menyentuh 24 sumur yang ada. Jadi, sumur eksploitasinya nanti benar-benar baru.
          
’’Akan dibor sumur baru. Kami ambil data dari Belanda, sumur mana yang paling bagus, dan akan dibor di deketnya,’’ terangnya. Dari proyeksinya, sumur itu bisa menghasilkan 200 barel per hari (bph). Jika rencana mengebor dua sumur di tahun pertama berjalan lancar, berarti minyak yang terambil sebanyak 400 bph.
          
Selain minyak, sebenarnya lapangan Trembul punya gas. Namun, tidak terlalu banyak sehingga dikatakan sebagai gas ikutan. Oleh sebab itu, rencananya gas itu hanya digunakan sebagai keperluan internal. ’’Kami punya rencana untuk diseismik lagi. Kalau ketemu gas yang besar akan dikonversi jadi listrik untuk industri sekitar,’’ tandasnya. (dim)

 


BERITA LAINNYA