
ILUSTRASI
JawaPos.com - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan bagaimana dirinya meredam aksi demonstrasi agar tak menjadi besar saat menjadi Presiden keenam. Kata dia, salah satu caranya, jika ada unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan dirinya selalu memerintahkan stafnya untuk menemui para demonstran dan mencari tahu tuntutannya.
Sehingga, kata SBY, pemerintah bisa menampung aspirasi dan melakukan pembahasan. "Selalu saya utus staf pribadi saya tolong dicatat apa temanya dan tuntutannya barangkali bisa dijadikan massukan untuk menetapkan kebijakan," ujar SBY di kediamannya Cikeas, Jawa Barat, Rabu (2/11).
Menurutnya, aksi unjuk rasa yang bakal digelar Jumat 4 November mendatang disebabkan demonstrasi yang pertama diabaikan oleh pemangku kebijakan. Sehingga timbul kekecewaan yang mengakibatkan aksi unjuk rasa lebih besar.
"Barangkali karena merasa yang diprotes itu dan tuntutannya tidak didengar," katanya.
Oleh sebab itu, Ketua Umum Partai Demokrat berpesan, agar unjuk rasa tidak bertambah besar dan berpotensi kerusuhan, pemerintah perlu mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan tuntutan para peserta unjuk rasa.
Menurut dia, jika tidak di dengar maka unjuk rasa tidak akan berhenti dan terus-turusan ada. "Kalau diabaikan barangkali sampai lebaran kuda masih akan ada ada unjuk rasa," ungkapnya.
Sekadar informasi, rencananya pada Jumat, 4 November 2016, sejumlah ormas Islam dan elemen masyarakat akan menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta dan Istana Negara. Massa hendak menuntut kepolisian untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena diduga melakukan penistaan terhadap kitab suci umat Islam, Alquran.(cr2/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
