Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 November 2016 | 03.23 WIB

Selain Harga, Tender PLTGU Jawa 1 Diminta Perhatikan Kualitas Teknis

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) perlu menyampaikan apa saja yang menjadi syarat dasar kelayakan penunjukan peringkat pertama pada pelaksanaan tender proyek PLTGU Jawa 1.



Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo mengatakan, PLN selaku penyelenggara tender harus menjelaskannya ke publik. Menurut Agus, sesuai ketentuan LKPP pada pelaksanaan sebuah tender, soal harga terendah adalah ukuran prioritas.



Selama ini, kata dia, pada tender masih belum ada keterkaitan antara kelayakan harga dan kemampuan teknis (teknologi). Padahal, ucap Agus, bisa saja sisi kualitas teknis menjadi prioritas kepatutan suatu tender walaupun perlu ada perubahan atau penambahan peraturannya.



"Kalau harganya termurah sudah memenuhi persyaratan, untuk kualitas teknisnya belum tentu jadi perhatian khusus," ujar Agus, melalui surat elektronik, Rabu (2/11).



Dia mengingatkan, jangan diharapkan penawaran harga yang rendah pada tender bisa seimbang dengan jaminan kualitas sisi teknologinya. Alasannya, hingga kini aspek keuangan atau harga adalah yang utama.



"Makanya harus dilihat dokumen persyaratannya, apa saja yang mendasari. Kalau memang hanya soal harga ditambah misalnya kesiapan tempat, ya sudah sampaikan saja. Jadi diketahui dulu apakah sisi teknologi masuk jadi standar penilaian juga atau tidak," tutur Agus.



Pada proses awal seleksi tender PLTGU Jawa 1 tentu masing-masing peserta juga sudah mempresentasikan kesanggupan mengerjakan proyek PLTGU Jawa 1. Agus mengatakan, tim evaluasi proposal kemudian menilainya sesuai kebutuhan dan kesesuaian persyaratan.



"Jadi sekali lagi harus diperjelas, apakah sisi kualitas teknologi disitu ikut sebagai penilaian atau tidak," kata Agus.



Sebelumnya, Senior Manajer Humas PLN Agung Murdifi mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam penentuan peringkat pertama tender proyek PLTGU Jawa 1.



Dia mengatakan, tim evaluator benar-benar telah menganalisa dan memeriksa semua dokumen penawaran.



Sebab, proyek ini memiliki risiko kegagalan yang tinggi bila peserta tidak mengikuti syarat pengadaan. PLN, ujar Agung, juga meninjau pada aspek efisiensi tender.



PLTGU Jawa 1 merupakan pembangkit listrik berkapasitas 1600 megawatt (MW) yang investasinya diperkirakan hingga USD 2 miliar atau setara Rp 26 triliun.



Sedangkan kuasa pelaksanaan lelang tender proyek PLTGU Jawa 1 diserahkan PLN kepada kantor konsultan Ernst & Young.



Pada proyek ini diikuti oleh empat konsorsium antara lain, PJB-PT Rukun Raharja-Mitsubishi Corp, PT Medco Energy-Nebras, Pertamina-Marubeni Corp-Sojitz Corp, dan PT Adaro Energy-Sembawang Corp. (yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore