Kamis, 30 Mar 2017
Ekonomi

Jumlah Kapal Asing Turun, Domestik Naik

Rabu, 02 Nov 2016 15:16

DOMINASI DALAM NEGERI: Kapal pengangkut bahan baku ekspor hendak bersandar di Pelabuhan Gresik.

DOMINASI DALAM NEGERI: Kapal pengangkut bahan baku ekspor hendak bersandar di Pelabuhan Gresik. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Industri pelayaran di Kota Pudak masih belum pulih. Berbanding terbalik dengan kapal domestik, jumlah angkutan asing yang masuk ke pelabuhan malah turun.

Pendapatan pengusaha jasa logistik laut pun ikut berkurang. PT Pelindo III Cabang Gresik mencatat arus kapal pada triwulan III tahun lalu berjumlah 59 unit/403.437 GT.

Sementara itu, tahun ini jumlahnya kian turun menjadi 35 unit/233.037 GT. DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Gresik menyebut penurunan itu berpengaruh besar pada industri pelayaran.

’’Secara umum jasa pelayaran laut turun 30 persen. Mulai pendapatan pengusaha, penyewaan kapal, dan lainnya,’’ ujar Ketua DPC INSA Gresik M. Kasir.

Ada banyak faktor penyebab turunnya industri pelayaran di Kota Pudak. Kasir menuturkan, kini perekonomian masih belum pulih total. Permintaan pasokan barang ke luar negeri turun. Secara tidak langsung, produksi perusahaan ikut turun.

’’Akibatnya, permintaan logistik bahan baku ikut turun,’’ tuturnya. Sebelumnya, INSA Gresik juga mencatat adanya penurunan jumlah perusahaan pelayaran. Ada sekitar lima perusahaan yang tutup karena regulasi baru pemerintah pusat.

’’Kami berharap jasa pelayaran pulih pada awal tahun depan,’’ tambah Kasir. Berdasar informasi, lesunya industri pelayaran di Kota Pudak juga disebabkan banyaknya perusahaan yang menggunakan jasa Pelabuhan Tanjung Perak.

Salah satu alasannya, PT Pelindo III Cabang Gresik masih belum memiliki fasilitas peti kemas. Padahal, peti kemas merupakan sarana utama pengiriman barang ke luar negeri.

Secara terpisah, Manajer Operasional PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) Herry Nugroho mengakui bahwa industri pelayaran masih belum tumbuh secara maksimal.

Meski begitu, dia yakin dengan keberadaan Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) yang dikelola. Kini TMPG masih melayani bongkar muat impor saja.

’’Untuk ekspor memang masih belum. Namun, kami optimistis pada dunia industri ke depannya,’’ katanya. Herry menyatakan, jumlah kapal asing yang singgah di pelabuhannya cukup banyak dan diperkirakan semakin bertambah.

Saat ini TMPG banyak menerima limpahan kapal dari Tanjung Perak. Ketertarikan pengusaha untuk menggunakan pelabuhan di kawasan industri JIIPE itu pun terus tumbuh. (hen/c15/ai/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia