Kamis, 25 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Bisnis

BKPM: Sanyo Tutup Secara Resmi Per Desember Mendatang

Rabu, 02 Nov 2016 12:19 | editor : Ilham Safutra

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/net)

JawaPos.com BATAM - Tutupnya perusahaan asal Jepang, Sanyo menjadi pukulan pada dunia investasi dalam negeri. Khususnya di Pulau Batam, Kepri.

Kendati sudah ada karyawan yang diputus kontraknya, namun pabrik elektronik itu baru akan tutup secara resmi Desember mendatang.

Hal itu berdasarkan pada informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sebab hingga hari ini, Rabu (2/11) PT Sanyo Energy Batam belum bersurat secara resmi.

"Mereka masih beroperasi sekarang. Masih ada karyawannya yang bekerja," kata Kepala Sub-Direktorat Penanaman Modal BP Batam, Adi Sugiharto dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (2/11).

Namun demikian, hingga saat ini, PT Sanyo Energy Batam telah mengurangi karyawannya. Mereka tidak memperpanjang kontrak 574 karyawan serta merumahkan 30 karyawan yang berstatus karyawan tetap. Ke-30 karyawan itu masih mendapatkan gaji meski tidak lagi bekerja. Sebanyak 80 karyawan masih bekerja seperti biasa.

"Mereka sudah menyelesaikan hak-hak karyawan. Seperti, membayarkan pesangon untuk 574 karyawan kontraknya," ujar Adi Sugiharto.

Sebagaimana berita sebelumnya, Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala Tjaw Hioeng menyebut, PT Sanyo Energy Batam tidak akan lagi beroperasi. Penutupan operasional itu telah disampaikan kepada seluruh karyawan sejak Selasa (1/11).

Dia mengatakan kepastian tersebut setelah pihaknya berdiskusi dengan pihak PT Sanyo Energy Batam pekan lalu.

Kepastian tertulis, lanjut dia, pasti akan disampaikan ke pihak kawasan juga Dinas Tenaga Kerja (disnaker) juga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menurutnya tutupnya perusahaan tersebut salah satunya adalah pendapatan perusahaan yang sudah tidak mampu lagi menutupi biaya operasional.

"Dari tahun 2010 trennya memang turun terus dan sampai pada titik tertentu tidak tahan lagi," pungkas Tjaw Hioeng. (cr13/she/iil/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia