Sabtu, 29 Apr 2017
Bisnis

5 Hal yang Bikin Proyek Listrik 35 Ribu Megawatt Sulit Terealisasi

Rabu, 02 Nov 2016 10:44 | editor : Imam Solehudin

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.Jawapos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono meyakini proyek listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan gagal. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kegagalan itu.

Pertama, investor proyek listrik 35 ribu MW yang dianggap Jokowi datang berbondong-bondong nyatanya bukan real investor dan tidak memiliki dana.

Kata dia, mereka semua hanyalah broker yang menjadikan proyek 35 ribu MW itu sebagai cara untuk menaikan grade perusahaan atau membuat propanganda seakan-akan mendapat proyek besar di Indonesia. 

"Sehingga harga saham mereka naik," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (2/11).

Kedua, penyebab kegagalan itu lantaran pihak yang berniat investasi di proyek 35 ribu MW tak kunjung merealisasikannya. Sementara, yang sudah menandatangani perjanjian, tidak memiliki dana. 

"Istilah, tetuko dalam proyek 35 ribu Megawatt yaitu si teko ra tuku tuku sing tuku ra teko," sebut Arief.

Ketiga, gagalnya dan tidak optimal proyek 35 ribu Megawatt karena real investor menjadi takut masuk dan takut rugi karena banyak fee proyek yang dipungut oleh perusahaan jadi-jadian di Indonesia. 

Perusahaan itu ikut tender dan minta fee mundur dari proyek tersebut.

"Serta banyak punglinya dalam ikut tender saat ngurus dokumen tender sehingga harga proyek jadi mahal dan tidak menguntungkan investor," sambungnya.

Keempat, proyek Listrik 35 ribu MW terhambat juga disebabkan para investor sangat tahu kalau pasokan listrik saat ini berlebih.

Sebab, banyak pabrik dan industri yang tutup selama pemerintah Joko Widodo.

Kelima, banyaknya pejabat negara dan orang-orang di sekitar Jokowi yang menjadi calo proyek listrik 35 megawatt namun hanya mengambil keuntungan sesaat dan ternyata tidam sanggup mengurus perizinan di daerah.

Menurut Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu, banyak pejabat negara dan perusahaan yang sebenarnya tidak mampu menjadi partner investor untuk proyek listrik 35 MW, tapi justru menghambat investor yang profesional dan jelas mau kerja secara transparan

"Belum lagi tarik menarik kepentingan dan saling mengancam sesama donatur nya Joko Widodo saat pilpres untuk mendapatkan proyek ini," tegasnya.

Atas sejumlah alasan itulah, Arief meyakini proyek tersebut akan gagal direalisasikan. Apalagi, alur birokrasi untuk perizinan proyek Listrik 35 ribu MW semakin kacau.

"Nah kalau proyek listrik 35 ribu MW gagal, tax amnesty gagal juga, ya sudah wassalam saja Joko Widodo semua program nya tidak terealisasi dan artinya, Joko Widodo gagal sebagai presiden," pungkasnya. (dna/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia