Senin, 24 Jul 2017
Ekonomi

Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Pemerintah Dorong Produksi Garam Lokal

Selasa, 01 Nov 2016 09:50 | editor : Mochamad Nur

Industri garam lokal

Industri garam lokal (Dok JPNN)

JawaPos.com - Sektor industri di dalam negeri diminta untuk menggunakan garam produksi lokal dalam memenuhi kebutuhan industrinya. Namun, nyatanya garam lokal masih belum mampu untuk memenuhi semua kebutuhan industri.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono. Menurut dia, ada beberapa industri yang tak bisa dipenuhi oleh garam lokal.

"Industri kecil menengah itu bisa saja disuplai oleh garam lokal dengan kualitas yang memadai. Tapi, untuk industri CAP (Chlor Alkali Plant) yang mengolah bahan baku untuk menjadi bahan kimia lainnya butuh kualitas yang tinggi dan spesifikasi, serta jumlah yang besar ," kata Achmad saat dikonfirmasi, Selasa (1/11).

Menurut dia, keterbatasan itu, didasari oleh kualitas dari garam lokal. Serta, jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan.

"Ini kepada jumlah dan kualitasnya. Masih sulit dipenuhi oleh garam lokal," tandas Achmad.

Dia menambahkan, pemerintah terus berupaya dan mendorong agar meningkatkan kualitas garam. Dan adanya extensifikasi lahan baru.

"Ya terus mendorong, misalnya tensifikasi peningkatan kualitas penggaraman dan extensifikasi lahan garam baru," ungkap Achmad.

Dia juga tetap menyarankan agar garam lokal diberikan tempat. Di mana saat ini sudah ada pabrik pemrosesan garam. Meski demikian, faktor mahalnya produk akhir, dirasa terbebani.

"Secara bertahap, harus didayagunakan industri lokal. Saat ini sudah ada pabrik pemprosesan garam oleh UNICHEM, yang mampu mencapai kualitas yang tinggi. Walaupun, masih mahalnya produk akhir," beber dia.

Sehingga, lanjut Achmad menerangkan, hanya industri tertentu bisa menggunakan produknya. "Seperti untuk keperluan farmasi dan industri makanan dan minuman tertentu, yang mempunyai spesifikasi yang sangat konsisten," pungkas dia. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia