Jawa Pos Logo

Sucofindo Incar Pendapatan Rp 4,6 Triliun

JawaPos.com - PT Sucofindo yang bergerak di bidang inspeksi, pengujian dan sertifikasi, PT Sucofindo, menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 20 persen pertahun. Oleh karena itu, setelah memperingati ulang tahunnya yang ke-60 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan merekrut sebanyak 500-1.000 pekerja baru di tahun 2017.      

"Sucofindo harus menjaga eksistensi dirinya agar tetap menjadi yang utama, untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Kami dituntut untuk terus inovatif dan  kreatif dilingkungan bisnis yang terus berkembang dinamis ini,” ujar Direktur Utama Sucofinndo, Bachder Djohan Buddin dalam keterangan tertulisnya kemarin (28/10).

Menurut Bachder, sudah enam dekade Sucofindo berkiprah melalui produk & layanan karya  anak bangsa, sumber daya manusia yang unggul serta kontribusi sosial yang berkelanjutan.”Kami  selama 60 tahun bersama parastakeholder, baik pelanggan, pemerintah maupun masyarakattelah melakukan bentuk kerja nyata bagi bangsa,” ucapnya.

Ia menambahkan, Sucofindo selalu berkerja dan berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Klien Sucofindo rata-rata perusahaan mineral, batubara, migas dan industri dari yang besar sampai yang kecil baik dari dalam maupun luar negeri."Bahkan berbagai indutri kecil tetap kami berikan pelayanan yang terbaik," sambungnya.

Dalam rangka meningkatkan pelayan, Sucofindo perlu meningkatkan jumlah pekerja dari saat ini 4.000 orang menjadi 4.500-5.000 orang pada tahun 2017. Hal itu dilakukan untuk mengejar target pendapatan sebesar Rp 4,6 triliun pada tahun 2019. Tahun lalu pendapatan Sucofindo tembus Rp 2 triliun."Kita target pertumbuhan 20 persen pertahun," tegas Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Sucofindo, Beni Agus Permana.

Sementara itu dengan Kementerian Perindustrian, Sucofindo juga menyelenggarakan berbagi kegiatan yang bermanfaat bagi pertumbuhan industri kecil. Pihaknya telaj memfasilitasi pelaku indutri kecil dan menengah (IKM) untuk mendapatkan Sertifikat Nasional Indonesia (SNI) dengan memberikan bimbingan teknis."Itu semua kami berikan secara gratis," tuturnya.

Program tersebut pernah dilaksanakan untuk para produsen pakaian bayi di wilayah Jabotabek dan Jawa Tengah, sertifikasi untuk SVLK (Sistem verifikasi Legalitas Kayu) dan GMP (Good Manufacturing Practice) di berbagai kota di Indonesia."Kami juga melakukan pengandaan sarana air bersih di sembilan daerah yang sulit air," jelasnya. (wir)


BERITA LAINNYA