Jawa Pos Logo

Bank Indonesia Musnahkan Rp 10,4 Miliar Perhari

JawaPos.com - Kerusakan uang kertas di Malang Raya cukup tinggi. Dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir (Januari-September), tercatat ada Rp 2,9 triliun yang masuk kategori uang tidak layak edar (UTLE). Jumlah mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2015. Yakni sebesar Rp 2,8 triliun. 

Ketidaklayakan edar itu dikarenakan uang tersebut mengalami cacat fisik seperti lusuh, hilang sebagian, berlubang, sobek hingga terdapat selotip.  

Uang kertas tidak layak edar ini pun telah dimusnahkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Kota Malang. “Perharinya yang kami musnahkan sekitar Rp 10,4 miliar,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Bidang Sistem Pembayaran Manajemen Intern RIni Mustikaningsih, Selasa (25/10).

Dalam sehari, kata dia, peracikan atau pemusnahan bisa dilakukan dua hingga tiga kali. Sebelum dilakukan pemusnahan ada beberapa tahapan yang dilakukan. 

Untuk peracikan uang kertas dilakukan secara manual dan sortir racik. “kalau tidak terlalu lusuh dan masih bisa dikenali biasanya kami sortir untuk diolah lagi menjadi uang layak edar,” kata Rini.

Jumlah uang kertas yang dimusnahkan mencapai sebanyak 400 brood (satuan untuk 10 bendel uang yang terdiri dari 100 lembar). Dengan demikian, kemungkinan uang yang dimusnahkan setiap harinya lebih dari Rp 10,4 miliar. Sebab rata-rata uang yang dimusnahkan sebagian besar nominalnya Rp 100 ribuan. (fis/cak)


BERITA LAINNYA