Rabu, 28 Jun 2017
Finance

Beli Kredit, Andalkan BPR

Selasa, 25 Oct 2016 08:39 | editor : admin

Wilayah Gresik yang Menjadi Basis Pertumbuhan BPR:

Wilayah Gresik yang Menjadi Basis Pertumbuhan BPR: (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kian menjamur.

Lembaga keuangan tersebut mendorong minat berbelanja dengan sistem kredit. Daya beli masyarakat Kota Pudak semakin tinggi.

’’Kami melihat, saat ini masyarakat Kota Pudak tidak terlepas dari kredit. Mau beli apa-apa selalu mengandalkan pinjaman,’’ ungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik Lailatul Qodri, Kamis (24/10).

Pinjaman tidak hanya dipakai untuk mengembangkan usaha. ’’Kredit menjadi andalan untuk membeli kendaraan dan rumah,’’ lanjutnya.

Berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik, saat ini cukup banyak BPR yang dikelola pihak swasta. Lembaga itu mencatat ada 59 lembaga perbankan yang aktif mencari nasabah.

BPR tersebar di seluruh wilayah Kota Giri. BPS mendata, sebagian BPR sudah lama beroperasi. Mereka meminjamkan uang kepada nasabah dengan dana maksimal Rp 100 juta.

Bunga pinjaman rata-rata mencapai 6–9 persen. Banyak lembaga keuangan yang tumbuh di kecamatan yang jauh dari wilayah perkotaan.

’’Segi positifnya banyak. BPR banyak membantu permodalan usaha,’’ terangnya. Saat ini, lanjut Qodri, banyak lembaga keuangan yang manyasar pelaku usaha kecil.

Mereka mendatangi home industry untuk menawarkan jasa. ’’Karena itu, masyarakat harus berhati-hati. Sebab, tak sedikit keluhan UMKM tentang lembaga peminjam uang, ’’ tambahnya.

Dia berharap masyarakat lebih waspada. Kelengkapan dokumen dan keabsahan lembaga keuangan harus tetap diperhitungkan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gresik Agus Budiono menuturkan bahwa sebenarnya nasabah BPR bukan hanya pelaku UMKM.

Lembaga tersebut juga banyak memberikan pinjaman kepada petani dan nelayan. Kredit banyak dimanfaatkan untuk membeli bibit pertanian dan perikanan.

Saat ini BPR menjadi salah satu sumber dana masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. ’’Segi positif lain, penyerapan tenaga kerja oleh BPR lumayan banyak,’’ ungkapnya.

Selama ini karyawan badan usaha itu memang banyak berada di lapangan. Mereka bekerja dengan menarik minat para nasabah.

Agus menambahkan, menjamurnya BPR menegaskan bahwa Gresik masih potensial secara ekonomi.

Tingginya jumlah transaksi keuangan mengisyaratkan adanya peredaran uang yang cukup besar. Secara tidak langsung, kondisi tersebut bakal memicu pertumbuhan pada sektor lain. (hen/c16/ai/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia