Jawa Pos Logo

Aang Permana Meraup Omzet Miliaran dari Ikan Buangan

JawaPos.com- Ide bisnis ini berawal dari ikan petek yang banyak terbuang di pinggir Danau Cirata, Cianjur, Jawa Barat. Bau ikan seukuran teri bernama latin Parambassis ranga itu sangat amis sehingga tidak ada yang mau membeli. Namun, Aang Permana mengubah nasib pakan bebek tersebut menjadi bisnis rumah tangga beromzet besar.

Pekerja di sebuah perusahaan migas itu tahu bahwa di balik bau amis ikan petek terkandung kalsium dan protein yang lebih besar daripada ikan air tawar lainnya. Agar amisnya berkurang, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut membungkus ikan dengan terigu sebelum digoreng garing.

Aang mendapatkan pasokan ikan dari 13 mitra nelayan di Waduk Cirata. Setiap hari, Masper (akronim Mahasiswa Perikanan) membutuhkan pasokan ikan 2,5 kuintal. Untuk proses produksi, Aang mempekerjakan belasan ibu-ibu berusia 45–60 tahun di sekitar rumah produksi Masperfood di Ciranjang, Cianjur. ’’Ibu-ibu sepuh kan sulit dapat pekerjaan. Dengan cara itu, mereka bisa tetap produktif,’’ terangnya.

Awalnya, pria kelahiran 1990 tersebut menawarkan ikan krispi dengan brand Crispy Ikan Sipetek itu di situs jejaring sosial dan menitipkan pada toko oleh-oleh. Lantas, Masper menggandeng 500 reseller di sejumlah kota di Indonesia untuk memasarkan olahan ikan endemik Sungai Citarum tersebut.

’’Banyak masukan dari pembeli untuk mengubah packaging agar lebih menarik,’’ ujar pemenang Wirausaha Inovatif Berbasis Lingkungan dan Sosial 2015–2016 itu.

Aang lantas merekrut sejumlah anak muda untuk mengembangkan bisnis Masperfood. Mereka bertugas melakukan inovasi produk dan marketing. Yang awalnya hanya mampu menjual beberapa kilogram per hari, kini penjualan Crispy Ikan mencapai 1.000–1.500 bungkus per hari.


BERITA LAINNYA