Jawa Pos Logo

Begini Sengitnya Perang Mobil Kota, Kesan Pertama Harus Istimewa

JawaPos.com - City car bukan tulang punggung otomotif nasional. Pasarnya hanya 5-10 persen, kalah jauh jika dibandingkan dengan mobil keluarga (multipurpose vehicle). Namun, kompetisi antarprodusen cukup sengit.

Pasar mobil kota terbagi menjadi dua segmen. Yakni, segmen A yang diisi produk dengan kapasitas mesin 1.000-1.200 cc dan segmen B yang menggunakan mesin 1.300-1.500 cc. Pada segmen B, Honda Jazz dan Toyota Yaris menjadi penguasa. Jika digabungkan, pangsa pasar dua mobil hatchback itu lebih dari 90 persen.

Pada segmen A, persaingan lebih seru. Sejak Januari-September, Honda Brio memimpin 37 persen, disusul Mitsubishi Mirage (17 persen), Toyota Etios (17 persen), Daihatsu Sirion (13 persen), Nissan March (11 persen), dan Suzuki Splash (4 persen). "City car itu bisa dibilang paling ramai. Meski pasarnya tidak besar, tapi ramai. Hampir semua merek ada di situ," kata Marketing Director Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra.

Selain karena permintaan pasar yang terus tumbuh, city car kerap menjadi pilihan mobil pertama. Karena itu, produsen berupaya memberikan kesan pertama yang istimewa, bukan hanya dari sisi fitur dan kecanggihan, tapi juga desain dan warna.

Kelengkapan fitur menjadi tuntutan. Sebab, city car membidik mahasiswa, eksekutif muda, perempuan karir, hingga ibu rumah tangga. Tak mengherankan apabila fitur yang memudahkan konsumen perempuan, seperti transmisi otomatis, menjadi salah satu pertimbangan membeli city car.

Head of Mitsubishi Motor Corporation (MMC) Sales and Marketing Group PT Kramayudha Tiga Berlian Motor (KTB) Imam Choeru Cahya mengakui pihaknya mengarahkan Mirage masuk hingga ke segmen pelajar dan mahasiswa. Namun, perluasan target tersebut berhadapan dengan mobil murah ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC). Meski dari sisi fitur dan desain kalah jauh, harga LCGC memang lebih terjangkau daripada city car


BERITA LAINNYA