Jumat, 23 Jun 2017
Bisnis

Komoditas Ekspor Kian Beragam, Ekspansi Produk Bakal Lebih Menggeliat

Kamis, 20 Oct 2016 11:02 | editor : admin

Komoditas Ekspor yang Masih Bisa Digenjot

Komoditas Ekspor yang Masih Bisa Digenjot (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Selain kayu, sejumlah komoditas industri diprediksi bakal meramaikan ekspor pada masa mendatang. Pengusaha dan pengelola pelabuhan sama-sama optimistis dengan hasil produksi tersebut.

Sesuai data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik, terdapat ekspor sejumlah komoditas yang bisa digenjot.

Ekspor baja, aluminium, komponen otomotif, makanan minuman (mamin), dan hasil laut masih cukup potensial. Hal itu terlihat dari gerak perusahaan-perusahaan yang terus berekspansi.

Mereka menyasar negara Asia dan Eropa. Catatan Apindo Gresik diamini pengelola pelabuhan.

’’Kami optimistis peluang ekspor Gresik masih besar. Salah satunya terlihat dari banyaknya kapal pengangkut bahan baku industri yang berlabuh,’’ ungkap Manajer Operasi dan Komersial Pelindo III Cabang Gresik Imran Rasidi saat ditemui di kantornya Rabu (19/10).

Dia menyatakan, cukup banyak kapal yang singgah ke pelabuhan Gresik. Sepanjang triwulan III tahun ini, tercatat ada 35 unit kapal yang mengarungi pelayaran antarnegara. Sementara

itu, pelayaran dalam negeri mencapai 3.534 kapal. Sebagian kapal merupakan pengangkut bahan baku industri. Mayoritas kapal-kapal tersebut berkapasitas 6.000 GT.

Mereka banyak membawa bahan minyak, batu bara, dan kayu dari luar pulau. Bahan baku banyak dipasok dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

’’Semua merupakan bahan baku industri. Nanti juga kembali diekspor,’’ katanya. Namun, Imran mengakui, perjalanan ekspor memang masih banyak mengandalkan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Selain faktor jalinan kerja sama, problem pelayanan berpengaruh. Saat ini Pelindo III Cabang Gresik belum memiliki fasilitas peti kemas. Padahal, peti kemas menjadi peralatan utama pengiriman barang ke luar negeri.

’’Praktis, ekspor di Pelabuhan Gresik masih didominasi bahan plastik (hasil pengolahan gas, Red),’’ terangnya. Dia mencatat, pengiriman produk tersebut lumayan besar.

Sebulan, industri bisa mengirim 20 ribu ton produk bahan plastik ke luar negeri. Sasaran utamanya adalah Tiongkok.

Secara terpisah, Manajer Operasional PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) Herry Nugroho menuturkan, geliat ekspor bakal meramaikan pelabuhan.

Lelaki itu optimistis dengan keberadaan Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) yang dikelola meski saat ini hanya melayani bongkar muat impor.

’’Ekspor memang belum dilakukan. Namun, kami optimistis terhadap dunia industri ke depan,’’ tuturnya. Dia menjelaskan, cukup banyak kapal asing yang singgah di pelabuhan dan semakin bertambah.

Saat ini TMPG banyak menerima limpahan kapal dari Tanjung Perak. Ketertarikan pengusaha untuk menggunakan pelabuhan di kawasan industri JIIPE itu terus tumbuh.

Sekadar informasi, tiga industri kayu merintis ekspor pada semester II 2016. Mereka membidik pasar Eropa untuk mendulang untung.

Berdasar catatan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Gresik, tiga industri tersebut masih berskala menengah.

Mereka memiliki modal di bawah Rp 10 miliar. Nilai ekspor ketiga industri mencapai USD 297.242. (hen/c16/ai)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia