Jumat, 21 Jul 2017
Sepakbola Indonesia
Indonesia Soccer Championship

Sanksi PT GTS untuk Pelatih Pesut Etam Terkait Protes Soal Wasit

Kamis, 20 Oct 2016 02:38 | editor : Agustinus Edy Pramana

Dragan Djukanovic dilarang mendampingi PBFC saat melawan PSM Makassar

Dragan Djukanovic dilarang mendampingi PBFC saat melawan PSM Makassar (Pusamaniafc.com)

JawaPos.com - Operator Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, PT Gelora Trisula Semesta (GTS), menjatuhkan sanksi untuk pelatih Pusamania Borneo FC, Dragan Djukanovic. Itu terkait protes yang dianggap berlebihan soal kinerja wasit.

Komdis ISC 2016 menjatuhkan sanksi bagi Djukanovic yakni dilarang mendampingi PBFC saat menghadapi PSM Makassar, Jumat (21/10). Asisten pelatihnya, Rade Novovic, juga mendapatkan sanksi serupa karena dianggap melakukan tindakan provokasi pada laga melawan Gresik United di Gresik.

"Sanksi ini adalah hal aneh. Anda mempertanyakan sebuah hal yang tidak benar, dan Anda dihukum karena itu. Jadi, siapakah sebenarnya yang salah?," sebut Djukanovic seperti dilansir Pusamaniafc.com.

Imbuhnya, "Bertahun-tahun saya melatih klub sepak bola di banyak negara. Baru kali ini saya mendapatkan hukuman. Ini sangat lucu".

Bagi pelatih asal Montenegro tersebut, ini merupakan larangan ketiga kalinya di ISC 2016. Sebelumnya saat melawan Bali United dan Persiba Balikpapan, pelatih berlisensi UEFA Pro ini juga dilarang mendampingi skuad Pesut Etam dari pinggir lapangan.

Tak sekadar larangan mendampingi tim, Djukanovic juga dikenai denda Rp 10 juta.

"Saya melakukan protes karena ada hal yang tidak benar dan itu terus berulang, seakan tidak ada pembelajaran. Jika saya lihat ini benar, saya tidak mungkin melakukan protes, saya pasti menerimanya," imbuh Djukanovic.

Kualitas wasit di ISC 2016 memang menjadi sorotan skuad Pesut Etam. Tak hanya kalah dan imbang, saat menang pun, PBFC kerap mengeluhkan buruknya kepemimpinan wasit. Mereka berharap operator peduli akan hal tersebut. (epr/JPG)

 

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia