Jawa Pos Logo

Curhat Pelatih Atlet Difabel, Harus Belajar Bahasa Isyarat

JawaPos.com - Pipit Dian Apsari mengaku harus belajar bahasa isyarat untuk bisa melatih atlet difabel, terutama bulu tangkis. Itu dilakukan agar dapat berkomunikasi dengan atlet tunarungu wicara (TRW). Komunikasi menjadi hal yang sulit ketika Pipit melatih atlet difabel.  

“Proses dalam belajar isyarat tidak mudah. Tapi, itu harus saya lakukan agar para atlet bisa menerima apa yang saya ajarkan,” ucap Pipit seperti dilansir situs resmi Peparnas XV/2016.

Pipit sendiri bisa dibilang membuat keputusan aneh karena beralih menjadi pelatih atlet difabel bulu tangkis sejak 2011. Padahal, sebelumnya dia adalah pelatih atlet pada umumnya untuk cabang olahraga yang sama.

Dia beralasan lebih tertarik melatih atlet difabel ketimbang atlet pada umumnya. Ada perasaan berbeda ketika melatih atlet yang memiliki keterbatasan dalam hal fisik.  

“Para atlet difabel berbeda namun spesial. Itu yang membuat saya lebih tertarik,” imbuhnya.

Pipit menilai semangat di dalam diri atlet difabel untuk meraih kesuksesan dalam sebuah laga lebih berkobar. Tak pelak fenomena tersebut membuat Pipit sangat bangga dan terharu.


BERITA LAINNYA