Rabu, 22 Feb 2017
JPG Today

Runway Bandara Ngurah Rai Rusak, Butuh Tiga Bulan Perbaikan

Kamis, 20 Oct 2016 02:34

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Pergerakan pesawat udara di Bandara Ngurah Rai, Bali, tergolong padat. Meski demikian, belakangan ini sejumlah titik landasan pacu (runway) di Bandara Ngurah Rai mengalami kerusakan. Bahkan hingga menutup penerbangan sementara.

Namun pihak bandara membantah perbaikan bandara tersebut tambal sulam, melainkan mereka memperbaikinya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menerangkan, mengenai kerusakan landasan pacu di bandara untuk perbaikannya sudah dikoordinasikan dengan pusat dan cabang. Perbaikannya dilakukan dua tahap.

Pertama konsen penyelesaian weak spot atau area berpotensi mengalami kerusakan. Tahap kedua baru dilakukan overlay.

“Pertama kita konsen untuk penyelesaian weak spot atau area berpotensi mengalami kerusakan, tahap kedua baru kita lakukan overlay. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan itu tidak terulang lagi, ” terangnya dikutip dari Radar Bali (Jawa Pos Group), Kamis (20/10).

Kata dia, pelaksanaan weak spot mobilitas sudah dimulai kemarin. Masa perbaikan ini memerlukan waktu tiga bulanan untuk weak spot kemudian dilanjutkan dengan proyek pembongkaran dan perbaikan runway (overlay).

“Kami melakukan infeksi untuk memastikan area mana diselesaikan terlebih dahulu. Karena biasa pengerjaannya ada dua tahap yakni weak spot dan tahap kedua baru overplay, ” jelasnya lagi.

Pengerjaan dilakukan di luar jam operasional, misalnya mulai pada pukul 24:00 hingga pukul 05:00, sehingga tidak mengganggu kegiatan penerbangan.

“Kita sistemnya perbaiki yang rusak, kita bongkar, kita tutup kembali dengan aspal, bukan tambal sulam ya. Itu perbaikan memang seperti itu. Kalau terjadi atau ada retak atau bolong, Metode kita pakai sesuai dengan prosedur," katanya.

Sementara mengenai dugaan calo mau pungli di Bandara Ngurah Rai, pihaknya berdalih  di Angkasa Pura telah komit untuk melaksanakan itu semua (calo atau pungli) di Bandara.

“Kita ingin di bandara bersih dari itu (calo dan pungli) sehingga pengguna jasa bandara aman dan nyaman,” pungkasnya. (dwi/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia