Senin, 29 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Hukum

Polri Kumpulkan Para Praktisi Hukum Bahas Ahok, Hasilnya...

Kamis, 20 Oct 2016 04:01 | editor : Fadhil Al Birra

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Irwasum Polri Komjen Dwi Prayitno bertatap muka dengan sejumlah akademisi perguruan tinggi dan praktisi hukum serta pemerhati kepolisian dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia. Pertemuan ini dilakukan di Mabes Polri. 

Seharusnya pertemuan ini dilakukan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, namun Tito sedang ada kegiatan sehingga diwakilkan dengan Irwasum.

Adapun yang hadir antara lain, Ketua Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) Laksono Utomo, Faisal Santiago selaku Ketua Program Doktor Hukum Universitas Borobudur, Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dan Sekjen Kongres Advokat Indonesia (KAI) Aprilia Supalitanto.

Pada pertemuan itu, Faisal Santiago meminta Polri netral dan profesional dalam menangani kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjhaja Purnama (Ahok) agar tidak dituduh sebagai alat politik oleh pihak tertentu. Polri harus berpegang teguh pada aturan Perkap yang mengatur Pilkada. 

Sedangkan Laksono Utomo meminta semua pihak tenang dan tidak terprovokasi pihak luar yang menginginkan ada aksi anarkis. 

"Mari sama-sama kita jaga Jakarta agar aman. Dan Pilkada berjalan kondusif. Siapapun yang menang. Kita harus menerimanya," ucap Laksono. 

"Soal kasus Ahok, mari kita percayakan pada Polri penanganan proses hukumnya. Tentu saja dilakukan setelah pilkada selesai agar tidak ada calon tertentu yang dipojokkan," timpal dia,

Aprilia juga meminta agar antarcalon sportif dan tidak saling lapor agar pilkada ini kondusif.

Hal lain yang juga disorot para praktisi hukum ini adalah memberikan apresiasi pada Polri yang sudah membentuk Satgas Pungutan Liar. 

Lemkapi berhara hal ini terus dilakukan agar tidak ada lagi oknum yang bermain sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin baik untuk Polri. 

Mereka juga berencana melakukan berbagai penelitian atas kinerja Polri dan hasilnya akan diserahkan kepada Kapolri dan Presiden untuk pengembangan ke depan. 

"Kami ingin Polri terus berbenah agar bisa lebih baik lagi" kata Edi Hasibuan yang mantan Komisioner Kompolnas ini. (elf/JPG) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia