Jawa Pos Logo

Khawatir Perang Suku, Pemkab Mimika Didesak Sikapi Tapal Batas Wilayah

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika diminta segera menyikapi masalah batas wilayah Mimika dan wilayah adat Suku Kamoro di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, yang diklaim sekelompok masyarakat dari Kabupaten Dogiyai.

Pasalnya, masyarakat Suku Kamoro Mimika di Kapiraya dan sekelompok masyarakat Dogiyai nyaris bentrok pekan lalu. Penyebabnya sengketa batas wilayah di lahan bekas perusahaan kayu bulat di Kilometer 9, Kampung Kapiraya.

Salah satu tokoh masyarakat Kapiraya, Yohanis Kasimwerfete, mengatakan ada sekitar 50an kepala keluarga masyarakat asal Kabupaten Dogiyai yang mengklaim wilayah Mimika di Kapiraya. Wilayah penyebaran masyarakat Dogiyai telah berkembang hingga ke Kilometer 12.

“Minggu kemarin, itu mereka (masyarakat Dogiyai) ancam untuk perang suku. Masyarakat Kapiraya tidak terima itu. Sebenarnya sengketa ini sudah terjadi beberapa tahun lalu,” kata Yohanis kepada Radar Timika (Jawa Pos Group).

Masyarakat Kapiraya termasuk dirinya sangat tidak setuju atas pencaplokan wilayah administrasi Kabupaten Mimika oleh kabupaten tetangga. Bahkan telah dilakukan pembangunan Balai Kampung dan Pustu atas nama Kabupaten Dogiyai.

“Untuk itu, kami minta Pemda Mimika secepatnya sikapi persoalan ini. Jika tidak, saya khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. 


BERITA LAINNYA