Jawa Pos Logo

Gendongan Pembangun Bonding

JawaPos.com- Pada 5–12 Oktober lalu, dunia merayakan International Baby Wearing Week alias Pekan Menggendong Bayi Internasional. Komunitas Indonesian Babywearers (IBW) turut menyambutnya. Sepenting apa sih menggendong sampai ada harinya?

Adalah Yohana Habsari yang menggagas berdirinya IBW. Dia merasa sedih melihat bayi-bayi yang ditemuinya lebih lama berada di stroller ketimbang di pelukan ayah dan ibunya. Padahal, kontak fisik berupa pelukan dan gendongan pada usia dini berperan besar terhadap relasi orang tua dan anak.

Yohana juga sangat akrab dengan aktivitas menggendong bayi. Perempuan 36 tahun itu memiliki pengalaman panjang dalam menggendong buah hatinya, Sarah, 5, dan Beatrice, 3. ’’Saya tidak pakai stroller. Selain karena lebih intim dengan menggendong, tempat-tempat di Indonesia kurang ramah stroller dengan banyaknya undakan atau tangga,’’ ujar Yohana ditemui di rumahnya di daerah Pucang, Surabaya.

Di luar negeri, sudah ada komunitas ibu penggendong bayi. Yohana pun bergabung dengan mereka yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Australia. ’’Cukup mudah menemukan komunitas penggendong bayi di Facebook,’’ kata perempuan yang bekerja sebagai wirausaha tersebut.

Saat sharing di grup tersebut, Yohana menemui beberapa orang Indonesia meski tidak banyak. Berbekal itu, dia lantas berinisiatif membentuk komunitas menggendong di Indonesia. Pada 2013, IBW terbentuk. ’’Anggota kami tersebar di Jawa, Sulawesi, Bali, Batam, Sumatera, Papua, hingga Malaysia,’’ jelas Yohana.

Ibu pekerja, ibu rumah tangga, hingga para ayah pun tergabung dalam grup tersebut. Yohana dan anggota lain aktif menambah jumlah anggota. Saat ini ada lebih dari seribu anggota yang aktif di grup Facebook IBW. ’’Awalnya, kami pakai fanpage. Namun, karena adminnya sudah tidak aktif, kami sekarang memilih sistem grup, blog, dan Instagram,’’ terangnya.


BERITA LAINNYA