Rabu, 29 Mar 2017
Hukum

Soal Kasus Penyuapan, Lippo Group Bayar Konsultan Ratusan Juta

Rabu, 19 Oct 2016 21:46

Ilustrasi

Ilustrasi (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Lippo Group terungkap menggunakan jasa konsultan untuk membuat pencitraan positif di media. Hal itu dilakukan menyusul terungkapnya kasus suap pengurusan perkara yang menyeret Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Kobo Media Spirit, Stefanus Slamet Wibowo saat menjadi saksi untuk terdakwa Edy Nasution di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/10).

Slamet mengatakan, permintaan tersebut disampaikan salah satu petinggi Lippo Group, Paul Montolalu yang menjabat Direktur PT Direct Vision.

"Kalau ditanya apakah ada pihak yang meminta jasa konsultan, ada klien kami, di antaranya Pak Paul Montolalu," kata Slamet.

Menurut Slamet, Paul yang dia kenal di salah satu usaha Lippo Group yakni First Media, meminta bantuannya untuk mendapatkan citra positif di media. Pencitraan tersebut terhadap sejumlah unit usaha di bawah Lippo Group.

"Misalnya Lippo punya banyak unit kerja yang sahamnya ada di pasar modal, sehingga saya akan dorong dan bantu kalau ada isu positif," ujar Slamet.

Slamet mengaku lupa apakah Paul pernah memintanya membantu memberikan citra positif tiga perusahaan di Lippo Group yang terkait dengan kasus suap Edy Nasution.

Namun, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di KPK, Slamet mengaku bahwa Paul meminta bantuan untuk mengamankan sejumlah media cetak agar memberikan hal-hal positif terkait PT Paramount Enterprise International.

"Saya tidak bermaksud berbohong, tapi Paramount seingat saya tidak pernah. Tapi, kalau di BAP saya tanda tangan, artinya pernah," kata Slamet.

Menurut Slamet, selama lima hingga enam bulan dia diberikan Paul uang Rp 600 juta untuk membayar sejumlah media cetak agar memberitakan hal positif bagi Lippo Group.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Edy Nasution menerima uang Rp 1,5 miliar dalam bentuk pecahan Dollar Singapura, Rp 100 juta, USD 50 ribu, dan Rp 50 juta. Uang tersebut diberikan melalui perantara Doddy Ariyanto Supeno.

Jaksa menduga uang tersebut diberikan agar Edy membantu pengurusan tiga perkara milik Lippo Group di PN Jakpus. (Put/jpg)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia