Rabu, 29 Mar 2017
Hukum

Polisi Pemeras Pengguna Narkoba Terancam Pidana dan Pemecatan

Rabu, 19 Oct 2016 21:20

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Empat anggota Polsek Gambir yang terkena operasi tangkap tangan bakal membayar mahal perbuatannya. 

Selain dikenakan pidana umum, keempatnya juga terancam dipecat dari Korps Bhayangkara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, empat orang terduga pemeras terhadap tersangka dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ekstasi di Polsek Metro Gambir akan diproses terkait dugaan pelanggaran kode etik Polri.

Keempat terduga pelaku pemerasan itu, yakni, Iptu S, Kepala Sub Unit I Reskrim Polsek Metro Gambir. Kemudian anggota Unit Reskrim Polsek Metro Gambir, Aiptu T, Aipda EB dan Brigadir R. 

"Yang bersangkutan bisa kita proses pelanggaran kode etik Polri," kata Awi di Polda Metro Jaya, Rabu (19/10).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menuturkan, sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap) nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 22 ayat 1, yang pada intinya, sanksi administratif berupa rekomendasi pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) terhadap anggota Polri.

Hal itu dilakukan bila telah adanya keputusan hukum yang memiliki kekuatan hukum tetap (incrahct) terhadap anggota Polri yang terkena kasus.

Awi menyebut, sesuai dengan Perkap itu, sanski pemecetan akan diputuskan melalui sidang kode etik profesi Polri, setelah adanya putusan pengadilan. 

Sanksi terberat hingga pemecetan itu, diterapkan apabila sudah ada vonis Pengadilan, dan di vonis minimal 4 tahun pidana penjara.

"Pelanggaran kode etik Polri tetap kita proses. Terkait kode etik,

Pasal 22 ayat 1 hurup a Protap no 14 tahun 2011. Intinya, anggota Polri terancam pidana 4 tahun atau lebih, yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi PDTH (pemberhentian dengan tidak hormat). Catatan kalau itu udah diputus oleh Pengadilan," ucapnya.

Awi menmbahkan, untuk tersangka A, pelaku kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ekstasi dengan jumlah barang bukti 20 butir ekstasi itu akan tetap diproses secara hukum. Kasus itu akan dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

"Untuk tersangka Narkoba akan diserahkan ke Dit Narkoba Polda Metro Jaya," tukas perwirra menengah ini. (elf/JPG).

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia