Jawa Pos Logo

Malaysia Lagi Heboh Gara-gara Hot Dogs

JawaPos.com – Warga Malaysia sedang heboh. Terutama mereka yang menjual makanan hot dogs. Kudapan yang umumnya dibikin dari roti dan diselipi sosis di bagian tengah itu disebut oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia harus ganti nama. Jika tidak, para penjual makanan yang mencantumkan kata dog terancam tidak mendapatkan sertifikasi halal.

Departemen negara itu mengeluarkan peraturan tersebut setelah mendapatkan keluhan dari turis Muslim. ”Dalam Islam, dogs (anjing, Red) dikategorikan tidak bersih dan nama tersebut tidak bisa mendapatkan sertifikasi halal,” kata Sirajuddin Suhaimee Direktur Departemen Pengembangan Islam Malaysia.

Masyarakat muslim Malaysia umumnya moderat, namun saat ini, Islam-Islam konservatif sedang berkembang. Pada Senin (17/10), kedai waralaba pretzel ternama Auntie Anne batal mendapatkan sertifikasi halal karena mereka punya menu Pretzel Dog.

”Bukankah lebih baik jika namanya diganti dengan Pretzel Sausage? (Pretzel sosis, Red),” kata Suhaimee. Aunte Anne sendiri dalam penyataannya tidak masalah dengan pergantian nama itu.

Namun, tidak sedikit juga pihak yang merasa aneh dengan peraturan itu. Menteri Pariwisata dan Budaya Malaysia Nazri Aziz menentang peraturan itu dan menyebutnya bodoh dan kuno. ”Hot dog ya hot dog. Bahkan dalam bahasa Malaysia ya disebut hot dog. Itu selama bertahun-tahun. Saya Muslim dan saya tidak terganggu,” katanya kepada wartawan seperti dilansir BBC.

Kata itu, kata Nazri berasal dari bahasa Inggis. ”Tolonglah, jangan membuat kita terlihat bodoh dan kuno,” sambungnya lagi.

Keputusan itu pun jadi bulan-bulanan di media sosial Malaysia. Ada pendukung dan penentang. ”Itu hanya nama, tidak ada hubungannnya dengan halal atau tidak. Muslim harus lebih peduli tentang kandungannya daripada namanya,” kata Eeman Yusof di akun Facebook-nya.(*/tia)


BERITA LAINNYA