Jawa Pos Logo

Atlet Jatim Harap-Harap Cemas Menanti Bonus

JawaPos.com- Lebih dari dua minggu berlalu sejak berakhirnya ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar, tanda-tanda turunnya bonus bagi atlet Jatim peraih medali PON XIX/2016 belum terlihat. Para atlet, tampaknya, harus lebih sabar menunggu.

Hingga saat ini, KONI Jatim belum bisa menyebutkan tanggal para peraih bonus PON XIX itu akan memperoleh haknya. Di PON XIX, Jatim menjadi runner-up dengan perolehan 132 emas, 138 perak, dan 135 perunggu.

Para atlet peraih medali emas perorangan dijanjikan memperoleh bonus Rp 250 juta. Untuk medali emas beregu dua hingga tiga orang, masing-masing menerima bonus Rp 200 juta. Bonus untuk beregu empat hingga enam orang mencapai Rp 150 juta per atlet. Untuk medali emas nomor beregu yang terdiri atas lebih dari enam orang, bonus yang didapat senilai Rp 100 juta per atlet. Atlet yang meraih medali perak diberi bonus Rp 100 juta dan perunggu Rp 50 juta.

Dari total 405 medali yang diperoleh Jatim, dibutuhkan dana Rp 53,5 miliar. Angka tersebut belum termasuk nilai bonus emas, perak, dan perunggu untuk nomor beregu yang nilainya lebih besar daripada perorangan. ’’Hitungan kami masih belum selesai,’’ ujar Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil. ’’Kami masih menunggu PAK (perubahan anggaran keuangan, Red) cair. Harus disetujui dewan dulu,’’ jelasnya. Menurut dia, minggu ini pihaknya masih menunggu surat undangan dari komisi E untuk hearing. Sekaligus membahas masalah pencairan bonus tersebut.

Menurut Direktur Bapel Puslatda KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid, bonus kepada para atlet PON berprestasi itu diberikan secara bertahap. Sayangnya, KONI Jatim belum bisa menghitung nominal jumlah pasti anggaran total yang diperlukan untuk bonus atlet tersebut. ’’Yang pasti, yang mendapatkan emas akan lebih dulu cair. Perak dan perunggu baru setelahnya,’’ jelas Abror.

Pemain voli putra Jatim di PON, M. Mirza Pratama, berharap bonus PON tersebut bisa dicairkan secepatnya. Selain itu, sebagai peraih emas, dia ingin selisih bonus emas di nomor perorangan dan beregu tidak terlalu jauh.


BERITA LAINNYA